Viral Dugaan Penipuan Riset di Konferensi Internasional, Bagaimana Bisa Lolos Seleksi?

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyoroti lolosnya penelitian Rifaldy Fajar cs di konferensi ilmiah internasional di Denmark. (Instagram/w.o.d.d)

Menyoroti lolosnya penelitian Rifaldy Fajar cs di konferensi ilmiah internasional di Denmark. (Instagram/w.o.d.d)

Denmark,lancangkuningnews.com – Tengah viral di media sosial dugaan penipuan riset yang dilakukan oleh Rifaldy Fajar dan Prihantini untuk konferensi ilmiah internasional.

‎Dugaan penipuan riset itu terbongkar ketika tim tersebut berpartisipasi dalam konferensi International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Kopenhagen, Denmark pada 17-21 Mei 2026.

‎Sesama periset asal Indonesia, Ida Bagus Mandhara Brasika dan Wa Ode Dwi Daningrat membagikan unggahan kronologi membongkar adanya dugaan penipuan riset serta pemalsuan identitas yang dilakukan oleh Rifaldy dan Prihantini.

‎Setelah kasus tersebut viral di jagat maya, warganet pun menemukan fakta lain bahwa Rifaldy dan Prihantini sudah berulang kali ikut dalam konferensi ilmiah internasional lainnya.

‎Periset Wa Ode Dwi Daningrat membeberkan alasan mengapa riset yang dilakukan oleh Prihantini bisa lolos ke konferensi.

‎Hanya Periksa Abstrak

‎Melalui unggahannya di Instagram, Dwi menjelaskan alasan mengapa riset yang diduga merupakan hasil dari kecerdasan buatan (AI) tersebut bisa lolos karena beberapa faktor.

‎“Faculty member atau yang meriksa itu, dia memeriksa ribuan abstract. ISPPD itu nyaris 1.000 abstrakyang di-submit dan yang diperiksa itu cuma 300 kata aja,” ucap Dwi, dikutip dari unggahan videonya pada Selasa, 26 Mei 2026.

‎“Bayangin aja kalau itu ditulis AI dan pakai kata-kata yang fancy di bidang yang menggabungkan keilmuan, hal-hal yang baru, di kasus ini pneumonia, itu kayak penelitian baru. Tapi faculty member ini tidak melihat posternya secara keseluruhan,” jelasnya.

‎Sehingga menurutnya, ketika membaca ribuan abstract, besar kemungkinan untuk bisa lolos.

‎Percaya pada Integritas Periset

‎Dwi juga menyebut bahwa faculty member atau yang menyeleksi tidak akan mengecek satu per satu isi dalam abstract.

‎“Mereka tidak akan sampai cross-check data di abstract, karena asumsi semua ilmuwan berintegritas,” imbuhnya.

‎“Tentu tidak mungkin berani melakukan hal-hal seperti ini,” tuturnya.

‎Selain itu, Dwi juga menyebut bahwa poster yang digunakan oleh tim Rifaldy cs pun hanya berukuran kertas HVS A4.

‎Hal tersebut, menurut Dwi juga merugikan periset lain dari Indonesia karena mendapat sorotan dari periset negara lain.

‎“Mereka itu dipikir poster-poster yang dalam bentuk kertas HVS dengan hasil data kayak gitu kerjaan teman-teman gue semua gitu loh,” ungkap Dwi lagi.

‎“Padahal teman-teman gue udah berusaha banget, untuk ngerjain penelitian, ngerjain data, bikin poster, untuk dipresentasikan di ISPPD ini dan rusak semua karena ini,” tukasnya. (Bill)

Penulis : Abil

Berita Terkait

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Penjelasan Walikota tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025, Apresiasi Pemko Raih WTP ke-14 Berturut-turut
Diduga Cemarkan Nama Baik, Manajemen HH Club Dipolisikan 
BP Batam dan Koarmada I Bahas Penguatan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI dan Manajemen Risiko Terintegrasi
Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap
Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi
Pertimbangkan Daya Saing Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas
Suplai Air di Taman Baloi hingga Sukajadi Terganggu, BP Batam Lakukan Perbaikan Darurat
Investasi Batam Tumbuh Pesat: Penataan Infrastruktur dan Penanganan Banjir Jadi Prioritas BP Batam

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:04 WIB

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Penjelasan Walikota tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025, Apresiasi Pemko Raih WTP ke-14 Berturut-turut

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:45 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik, Manajemen HH Club Dipolisikan 

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:29 WIB

BP Batam dan Koarmada I Bahas Penguatan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI dan Manajemen Risiko Terintegrasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:26 WIB

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:25 WIB

Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!