ANAMBAS – Seorang warga Kecamatan Jemaja, Rahmat Hidayat, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat terkait beredarnya foto hasil editan yang sempat dikaitkan dengan isu dugaan penculikan anak di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dalam video klarifikasi berdurasi 1 menit 18 detik yang beredar dan sempat viral , Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa foto yang menampilkan seorang pria bernama Nawi menggendong seorang anak merupakan hasil rekayasa gambar menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Ia menegaskan, foto tersebut dibuat semata-mata sebagai bahan gurauan bersama teman-temannya. Rahmat mengaku tidak memiliki maksud untuk menyesatkan ataupun menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, foto itu awalnya hanya dibagikan di grup lingkungan wilayah Durian, tanpa menyangka akhirnya menyebar luas dan dikaitkan dengan isu dugaan penculikan anak yang sedang menjadi perhatian masyarakat.
“Foto itu memang editan yang saya buat menggunakan AI. Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Anambas karena foto tersebut telah tersebar dan menimbulkan anggapan bahwa orang di dalam foto merupakan sosok yang sedang dikaitkan dengan isu dugaan penculikan anak,” ujar Rahmat dalam video klarifikasinya.
Ia juga menegaskan bahwa pria yang ada dalam foto tersebut, yakni Nawi, saat ini tinggal bersamanya dan tidak memiliki keterkaitan dengan isu dugaan penculikan anak yang beredar.
Di akhir penyampaiannya, Rahmat kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kepulauan Anambas. Ia berharap klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang telah terlanjur beredar dan mengakhiri kesalahpahaman yang muncul di tengah masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi di media sosial. Informasi yang belum terverifikasi sebaiknya tidak langsung dipercaya atau dibagikan agar tidak menimbulkan keresahan serta merugikan pihak-pihak yang tidak terkait. (Slv)















