Berikut naskah berita online yang sudah saya rapikan dari BATAM – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kepulauan Riau, termasuk Kota Batam, diduga dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Kalimantan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan berdasarkan informasi dan infografis yang diterima melalui forum Kominfo Kepri, arah angin saat ini berpotensi membawa asap dari wilayah Kalimantan menuju Kepulauan Riau. (14/9/2026)
“Dari informasi yang kami terima, kemungkinan besar pengaruhnya dari Kalimantan. Arah angin juga dari sana ke sini,” ujar Rudi saat menjelaskan kondisi kabut asap di Batam.
Ia menyebut, kondisi tersebut berkaitan dengan arah angin umum yang bergerak dari wilayah timur menuju barat. Kondisi angin itu dinilai dapat membawa partikel asap dari daerah yang mengalami karhutla menuju wilayah Kepulauan Riau.
Terkait kualitas udara, Rudi menyampaikan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Batam sebelumnya berada di angka 66. Namun, pemantauan terakhir menunjukkan angka yang perlu menjadi perhatian karena kualitas udara dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan arah angin.
“Posisinya memang masih tipis, belum begitu tebal. Tapi kita perlu mengantisipasi sejak awal,” katanya.
Menurutnya, langkah paling aman yang dapat dilakukan masyarakat saat kondisi udara dipengaruhi asap adalah menjaga kesehatan, salah satunya dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
Rudi juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk keluar rumah agar mempertimbangkan menunda aktivitas di luar ruangan sampai kondisi udara membaik.
“Yang paling aman adalah menjaga kesehatan masing-masing, tentu dengan memakai masker. Masyarakat yang tidak urgent keluar rumah, kalau bisa ditunda,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan masyarakat yang memiliki pekerjaan dan aktivitas penting tetap dapat menjalankan kegiatannya dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan perkembangan kualitas udara.
Pemerintah, lanjut Rudi, akan terus memantau perkembangan kondisi kabut asap dan kualitas udara di Batam. Masyarakat juga diharapkan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Ia berharap kondisi cuaca, termasuk hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir, dapat membantu mengurai dan menurunkan konsentrasi asap di udara.
“Hujan beberapa hari kemarin juga bisa membantu supaya asapnya terurai,” kata Rudi.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus memperhatikan informasi resmi terkait kualitas udara dan kondisi kabut asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan. (**)















