Pemko Batam Telusuri Lima Warga yang Mengaku Terkendala Pulang dari Kamboja

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Kominfo Batam Rudi Panjaitan (dok/photo)

Kadis Kominfo Batam Rudi Panjaitan (dok/photo)

Views: 618

BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menelusuri keberadaan lima warga Batam yang mengaku berada di Kamboja dan mengalami kendala untuk kembali ke Indonesia. Informasi tersebut sebelumnya viral di media sosial. (14/9/2026)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan penelusuran dilakukan atas arahan Wali Kota Batam Amsakar Achmad setelah muncul permintaan bantuan dari lima warga tersebut.

“Atas arahan Pak Wali Kota, kami diminta untuk menelusuri yang mengaku warga Batam tersebut,” ujar Rudi.

Pemko Batam kemudian berkoordinasi dengan Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk memastikan identitas serta menelusuri kronologi keberangkatan kelima warga hingga berada di Kamboja.

Dari penelusuran awal, kelimanya dipastikan merupakan warga Batam. Data yang diperoleh mencakup nama, tempat lahir, dan domisili.

“Sebanyak tiga orang di Kecamatan Sekupang, satu orang di Sagulung, dan satu orang di Kecamatan Bengkong. Itu adalah warga Batam,” kata Rudi.

Selanjutnya, Pemko Batam akan terus berkoordinasi dengan BP3MI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja untuk memastikan keberadaan dan kondisi kelima WNI tersebut.

Rudi menegaskan, langkah pemerintah tidak hanya berfokus pada proses pemulangan. Pemko juga ingin mengetahui secara jelas bagaimana kelima warga tersebut bisa berada di Kamboja dan aktivitas yang mereka jalani selama berada di negara tersebut.

Menurutnya, informasi tersebut penting untuk mengetahui apakah mereka menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penipuan, atau persoalan lain yang berpotensi merugikan WNI.

“Tidak serta-merta hanya memulangkan warga kita yang ada di Kamboja. Tentu ada tindak lanjut setelahnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pemulangan WNI dari luar negeri memiliki mekanisme dan prosedur tersendiri. Karena itu, Pemko Batam akan berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan.

“Kita pokoknya koordinasi terus supaya itu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Kita bagian dari pemerintah untuk selalu berkoordinasi dengan semua pihak, untuk memberikan perlindungan kepada warga kita yang ada di luar, dalam kondisi apa pun,” katanya.

Salah Satu Keluarga Sudah Berkoordinasi

Dalam proses penelusuran, Pemko Batam juga telah menerima informasi dari keluarga salah satu warga yang berada di Kamboja.

Rudi mengatakan, ibu dari salah satu warga tersebut telah berkoordinasi dengan Pemko Batam dan menyampaikan sejumlah data mengenai anaknya. Keluarga berharap anak tersebut dapat segera kembali ke Batam.

Menurut keterangan sang ibu, anaknya telah beberapa tahun tidak berkomunikasi dengan keluarga. Sebelumnya, anak tersebut berpamitan untuk mencari pekerjaan.

“Ibunya mengetahui dia mengurus paspor. Cuma ke mana, dia tidak tahu. Katanya hanya untuk mencari pekerjaan,” ujar Rudi.

Keluarga awalnya mendapat informasi bahwa anak tersebut hendak pergi ke Malaysia. Namun belakangan muncul informasi bahwa yang bersangkutan berada di Kamboja.

Pemko Batam masih berupaya memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai perjalanan dan kondisi kelima warga tersebut.

Rudi menegaskan, apabila dalam penelusuran ditemukan bahwa mereka merupakan korban, pemerintah akan mendorong adanya langkah terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Kita membutuhkan informasi yang clear. Kalau mereka merupakan warga yang dirugikan, ada pihak-pihak yang perlu kita minta pertanggungjawabannya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memahami mekanisme dan prosedur yang harus ditempuh ketika hendak bekerja atau bepergian ke luar negeri.

Pemko Batam akan melanjutkan koordinasi dengan berbagai pihak agar persoalan tersebut dapat ditangani secara menyeluruh.

“Jadi kita menangani permasalahan secara clear. Kita pulangkan, tapi sumber permasalahan tidak tahu, nanti akan terjadi juga kegiatan yang berulang atau jilid-jilid berikutnya yang akan merugikan warga negara kita,” katanya.

Karena itu, pemerintah memprioritaskan penelusuran mengenai alasan kelima warga tersebut berada di Kamboja, motivasi keberangkatan, serta pihak yang diduga memfasilitasi perjalanan mereka.

“Tidak hanya begitu ada api langsung dipadamkan, setelah itu sudah. Sumber apinya kenapa, ini perlu kita telusuri,” ujar Rudi. (**)

 

Berita Terkait

Asap Karhutla Kalimantan Pengaruhi Batam, Kadis Kominfo Imbau Warga Pakai Masker
Pemkab Anambas Gandeng BRK Syariah Perkuat Kesiapan BPBD Hadapi Bencana
Pemkab Anambas Sampaikan Rancangan Perubahan APBD TA – 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD
Amsakar: Budaya Melayu Perkuat Identitas dan Pariwisata Batam
Amsakar Ikut Jalan dan Senam Bersama Ribuan Warga Batu Ampar, Tekankan Pentingnya Kekompakan
Camat Siantan Pimpin Pembagian 600 Masker untuk Warga Beraktivitas di Pasar Tarempa
Jarak Pandang Tinggal 1 Km, Polisi Bagikan Masker di Pelabuhan
Tutup AFK Championship 2026, Bupati Aneng: Olahraga Bentuk Karakter dan Cetak Atlet Berprestasi

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:49 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Pengaruhi Batam, Kadis Kominfo Imbau Warga Pakai Masker

Senin, 14 September 2026 - 19:27 WIB

Pemkab Anambas Gandeng BRK Syariah Perkuat Kesiapan BPBD Hadapi Bencana

Senin, 14 September 2026 - 19:00 WIB

Pemko Batam Telusuri Lima Warga yang Mengaku Terkendala Pulang dari Kamboja

Senin, 14 September 2026 - 13:17 WIB

Pemkab Anambas Sampaikan Rancangan Perubahan APBD TA – 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD

Senin, 14 September 2026 - 12:59 WIB

Amsakar: Budaya Melayu Perkuat Identitas dan Pariwisata Batam

Berita Terbaru

error: Content is protected !!