Target Stunting Inhil Dipertajam: Wabup Yuliantini Soroti Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMBILAHAN – LANCANGKUNINGNEWS.COM — Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Hj. Yuliantini, yang juga memimpin Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Inhil, mengikuti Rapat Koordinasi virtual bersama Kementerian Kesehatan dan seluruh TPPS se-Indonesia.
Pertemuan tersebut beragendakan publikasi data capaian intervensi stunting di bidang kesehatan untuk Triwulan III Tahun 2025.

Rapat ini diikuti Wabup Yuliantini didampingi jajaran Dinas Kesehatan, Bappeda, serta Perangkat Daerah terkait dari Bilik Video Conference Dinas Kominfopers Inhil, pada Senin (10/11) siang.

Mengikuti rapat tersebut, Ketua TPPS Inhil menyatakan bahwa data capaian ini akan menjadi motivasi dan acuan bagi timnya untuk memperkuat indikator penanganan stunting di wilayah Inhil.

“Kita akan cermati capaian indikator di Inhil. Yang sudah baik akan dipertahankan, dan yang belum akan dilakukan percepatan,” tegas Yuliantini.

Beberapa fokus perbaikan yang akan dikejar meliputi masalah gizi, perbaikan sanitasi, dan pencegahan pernikahan dini.

Wabup Yuliantini menekankan bahwa percepatan penanganan stunting tidak mungkin dilakukan oleh satu pihak saja. Ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor.

“Kita tidak bisa melakukannya sendiri atau menitikberatkan pada satu OPD saja. Semua pihak mesti bersinergi memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting, demi mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik,” imbuhnya.

11 Indikator Krusial Penanganan Stunting
Untuk diketahui, upaya percepatan penanganan stunting berpegang pada 11 indikator spesifik di bidang kesehatan. Indikator-indikator ini mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari remaja putri hingga balita:
* Skrining anemia dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri.
* Pemeriksaan kehamilan (ANC) terpadu dan Konsumsi TTD pada ibu hamil.
* Pemberian Makanan Tambahan bagi ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK).
* Pemantauan pertumbuhan balita, ASI eksklusif, dan MPASI kaya protein hewani.
* Tata laksana balita gizi kurang dan Imunisasi dasar lengkap.
* Desa bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).(MD)

Berita Terkait

Komisi IV DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Bahas Dugaan Ketidaksesuaian Administrasi KB Yayasan Djuwita Prakarsa
Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja BP Batam: Dukung Penguatan Anggaran dan Percepatan Program Investasi Tahun 2027
Wakil Ketua I Dprd Batam Hadiri Upacara Bendera 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam
Ketua DPRD Batam Terima Aspirasi Mahasiswa, Siap Teruskan Tuntutan ke Pemerintah Pusat
Firmansyah Apresiasi Layanan Rahn BRK Syariah, Perkuat Akses Pembiayaan Masyarakat Batam
Batam Tegas Berantas Komplotan Rayap Besi Perusak Fasilitas Publik
Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Amsakar Getarkan Hati Jemaah Lewat Puisi “Jabal Uhud”
Putus Mata Rantai Pencurian Aset Publik dan Vandalisme, BP Batam Teken Pakta Integritas Bersama Polda Kepri dan Pelaku Usaha Scrap
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:17 WIB

Komisi IV DPRD Kota Batam Gelar RDPU, Bahas Dugaan Ketidaksesuaian Administrasi KB Yayasan Djuwita Prakarsa

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:42 WIB

Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja BP Batam: Dukung Penguatan Anggaran dan Percepatan Program Investasi Tahun 2027

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:13 WIB

Wakil Ketua I Dprd Batam Hadiri Upacara Bendera 17 Hari Bulan Tingkat Kota Batam

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:11 WIB

Ketua DPRD Batam Terima Aspirasi Mahasiswa, Siap Teruskan Tuntutan ke Pemerintah Pusat

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:50 WIB

Firmansyah Apresiasi Layanan Rahn BRK Syariah, Perkuat Akses Pembiayaan Masyarakat Batam

Berita Terbaru

error: Content is protected !!