BATAM — Komunitas Andalan Driver Online (Komando) terus menggelar aksi kemanusiaan Peduli Korban Bencana Gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Memasuki hari kedelapan, penggalangan dana dipusatkan di kawasan perempatan Baloi Centre, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. (27/8/2026)
Ketua Umum Komando, Feryandi Tarigan, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa.
“Alhamdulillah, hari ini Komando sudah mencapai hari ke-8 melakukan aksi Peduli NTT. Sebelumnya kami berhasil mengumpulkan hasil donasi dari masyarakat Kota Batam sebesar Rp38.640.500 plus 40 ringgit dan 10 dolar serta 1 Riyal” ujarnya.
Ia menyebut, Komando sebelumnya juga pernah menggelar aksi sosial penggalangan dana yang sama untuk korban Palestina pada 2023 serta membantu korban bencana di Sumatera, khususnya Aceh, pada 2025.
Penggalangan dana Peduli NTT kali ini direncanakan berlangsung selama satu bulan. Selain di Baloi Centre, aksi juga dipusatkan di kawasan perempatan Kepri Mall dan diperluas ke wilayah Batu Aji menyusul tingginya antusiasme serta masukan dari para relawan.
Komando menargetkan donasi terkumpul hingga Rp100 juta. Jika target tersebut tercapai, pengurus berencana berangkat langsung ke NTT untuk menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat Batam.
Terkait bentuk bantuan, Feryandi mengatakan pihaknya masih akan melakukan pembahasan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Kita rembukkan lagi nanti, apakah bantuan dalam bentuk barang atau uang, sesuai kebutuhan saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat Batam untuk bersama-sama membantu warga yang tengah menghadapi musibah tanpa memandang asal daerah.
“Jangan melihat kita berasal dari daerah mana. Ketika ada saudara kita yang terkena bencana, di mana pun berada, khususnya di Indonesia, mari sama-sama bergerak membantu dan meringankan beban mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Komando Peduli NTT, Muhammad Hussein, mengatakan aksi tersebut murni dilandasi kepedulian dan keikhlasan untuk membantu masyarakat Flores, NTT.
Hussein mengaku sejak 18 Agustus 2026 dipercaya menjadi ketua panitia dan terlibat langsung dalam kegiatan penggalangan dana. Selama menjalankan amanah tersebut, ia memilih tidak bekerja sebagai pengemudi seperti biasanya.
“Dari tanggal 18 sampai hari ini saya tidak narik. Kami tidak takut kekurangan. Ini soal keikhlasan dan perjuangan untuk saudara-saudara kita,” katanya.
Ia menegaskan kegiatan tersebut tidak pernah memaksa anggota maupun sesama pengemudi untuk meninggalkan pekerjaan. Para driver justru diingatkan tetap mengutamakan kebutuhan keluarga dan memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan sosial.
“Teman-teman driver utamakan dulu mencari nafkah untuk keluarga. Tapi sisihkan waktu luang untuk aksi sosial,” ungkapnya.
“Prinsipnya, tidak harus saudara untuk bersaudara. Kami rangkul semua,” tegasnya.
Selain donasi dari masyarakat, sejumlah anggota Komando juga turut mendukung kegiatan dengan menyediakan minuman dan konsumsi bagi para relawan di lapangan.
Hussein berharap seluruh kebaikan dan keikhlasan para relawan serta masyarakat yang telah memberikan bantuan mendapat balasan dari Allah SWT. (**)















