TAREMPA, ANAMBAS – 19 Juli 2026 – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, secara resmi mengajak seluruh ayah di wilayah Kepulauan Anambas untuk bersama-sama menyukseskan gerakan “Ayah Mengantar Anak ke Sekolah”. Gerakan ini diharapkan dapat memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak sejak dini, sekaligus membangun fondasi karakter yang kuat bagi generasi penerus Anambas.
Untuk mendukung keberhasilan gerakan ini, Bupati Aneng juga mengimbau kepada seluruh pimpinan instansi pemerintah maupun swasta di Kepulauan Anambas agar memberikan sedikit kelonggaran waktu bagi para karyawannya.
> “Saya mengimbau kepada seluruh pimpinan instansi, baik pemerintah maupun swasta, agar memberikan kesempatan kepada para ayah untuk mengantar anaknya ke sekolah pada pagi hari sebelum mereka memulai pekerjaan,” ujar Bupati Aneng.
Bupati menegaskan bahwa kehadiran seorang sosok ayah dalam fase pertumbuhan anak memiliki dampak psikologis yang sangat besar.
“Saya percaya, ketika seorang ayah hadir secara nyata dalam kehidupan anak, maka yang tumbuh bukan hanya rasa aman, tetapi juga harapan dan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Bersama
Melalui momentum ini, Bupati Aneng mengingatkan kembali bahwa pendidikan anak bukanlah tugas tunggal pihak institusi pendidikan semata. Keberhasilan pendidikan anak merupakan sinergi dari berbagai elemen.
Lingkungan Keluarga Sebagai fondasi utama dan pertama bagi anak. Pihak SekolahSebagai wadah formal pengembangan akademik dan karakter. Masyarakat & Pemerintah Sebagai ekosistem pendukung kenyamanan dan keselamatan anak.
“Momentum ini menjadi pengingat penting bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah,” tegas Bupati.
Menjadi Budaya Positif, Bukan Sekadar Seremonial
Di akhir penyampaiannya, Bupati Aneng menaruh harapan besar agar gerakan ini dapat tertanam kuat di tengah masyarakat dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Ia tidak ingin gerakan ini menguap begitu saja setelah pembukaan.
“Saya berharap gerakan ‘Ayah Mengantar Anak ke Sekolah’ ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, tetapi benar-benar menjadi budaya positif di tengah keluarga-keluarga di Kepulauan Anambas. Mari kita hadir lebih dekat dengan anak-anak kita, mendengarkan mereka, menemani proses belajar mereka, dan menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Slv)















