BATAM – Produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam mendapat perhatian dan apresiasi dari Ibu Wakil Presiden Republik Indonesia saat menghadiri pameran karya warga binaan pemasyarakatan se-Kepulauan Riau di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Batam, Jumat (24/7/2026).
Pameran tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Ibu Wakil Presiden bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) dalam memperingati Hari Anak Nasional di Provinsi Kepulauan Riau.
Pada kesempatan itu, Rutan Batam menampilkan beragam produk unggulan hasil program pembinaan kemandirian yang dibuat oleh warga binaan. Produk-produk tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan keterampilan yang terus diberikan sebagai bekal bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan lebih mandiri dan produktif.
Stan Rutan Batam menjadi salah satu yang menarik perhatian Ibu Wakil Presiden. Sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil pembinaan yang dilakukan jajaran pemasyarakatan, Ibu Wakil Presiden membeli salah satu produk karya warga binaan Rutan Batam.
Apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus mengembangkan kreativitas, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat semangat dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Selain meninjau pameran, Ibu Wakil Presiden bersama rombongan SERUNI juga berdialog dengan keluarga anak binaan yang hadir di LPKA Batam. Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya peran keluarga dalam proses pembinaan sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak.
Keikutsertaan Rutan Batam dalam pameran ini juga menjadi wujud komitmen mendukung program pembinaan yang dicanangkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperluas pemasaran hasil karya warga binaan.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, Rutan Batam berharap warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah bebas nanti.















