Palestina,lancangkuningnews.com – Momen haru mewarnai kepulangan Ronggo Wirasanu, salah satu aktivis kemanusiaan yang sempat ditahan oleh pasukan militer Israel saat menjalankan misi kemanusian Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza, Palestina.
Kini, Ronggo bersama 8 warga negara Indonesia (WNI) lainnya yang menjadi Relawan GSF itu telah tiba kembali di Indonesia dengan selamat, pada Minggu, 24 Mei 2026.
Dalam kepulangannya, Hanan Wira Al Ghazi sang anak dari Ronggo, menyambut dengan penuh bangga di pintu kedatangan bandara Soekarno-Hatta.
Hal yang menyita perhatian publik di media sosial, yakni saat Hanan sambil membawa poster bertuliskan ‘Selamat Datang Ayah Ronggo Pahlawanku’.
”Selamat berkumpul kembali dengan keluarga ya,” tulis postingan Instagram @zhulfakar, yang membagikan cuplikan momen haru tersebut, pada Selasa, 26 Mei 2026.
Momen penuh haru itu terjadi setelah Hanan menunggu dengan sabar konferensi pers yang dilakukan Ronggo Wirasanu sebagai WNI Relawan GSF tersebut.
Setelah jumpa pers selesai, Hanan lantas langsung memeluk sang ayah dengan erat dengan air mata bahagia.
Sempat Cemaskan Kondisi sang Ayah
Dalam penuturannya, Hanan bercerita, sejak mendapat kabar sang ayah diculik tentara Israel pada 18 Mei 2026 lalu, ia begitu khawatir dan menanyakan kabar sang ayah setiap hari.
Setelah hampir sepekan berlalu, Hanan terus menunggu kabar dari sang ayah yang kala itu sulit dihubungi.
”Khawatir sekali, sedih, tapi aku yakin ayah selamat,” kata Hanan.
Ronggo mengungkapkan, dirinya baru bisa menghubungi sang anak setibanya di Istanbul, Turki.
Selama diculik tentara Israel, WNI Relawan GSF itu tidak dapat menghubungi siapa pun lantaran telepon genggamnya dirampas.
”Ketika di Istanbul, baru bisa, itu pun cuma sekali karena saya nggak pegang handphone,” ungkap Ronggo.
Perjuangan yang Bikin Bangga sang Anak
Hari-hari gelap Ronggo Wirasanu di tengah penyiksaan Israel kala itu, kini berakhir dengan kebanggaan sang anak.
Betapa tidak, Ronggo saat itu mendapat deraan fisik maupun mental, namun keteguhannya dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, sama sekali tak membuatnya gentar.
Terlebih, WNI Relawan GSF itu mengaku sempat dipaksa berjalan dengan merangkak, dan tidur di lantai basah, sambil memikirkan kecemasan keluarganya di rumah.
Kendati demikian, Ronggo kini bersyukur pada akhirnya bisa kembali ke Indonesia dengan selamat dan berbangga bisa ikut menyuarakan kemerdekaan rakyat Palestina.
”Hanan juga pasti bangga,” tukasnya. (Bill)
Penulis : Abil















