LKPI Kepri bersama DKP Cabang Batam, Fasilitasi Dialog Nelayan Pulau Todak dengan PT. Sarana Citra Nusa Bahas Akses Tangkap Ikan

Selasa, 11 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 686

Batam – Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) Kepri bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri Cabang Batam menggelar dialog antara masyarakat nelayan Pulau Todak dan PT. Sarana Citra Nusa di kantor DKP Cabang Batam.

Dialog ini membahas menurunnya hasil tangkapan ikan, terutama bilis, yang diduga terdampak aktivitas dermaga pelabuhan dan lego jangkar kapal perusahaan. Nelayan berharap perusahaan memberi akses terbatas agar mereka tetap bisa mencari ikan di sekitar area perusahaan.

Perwakilan nelayan, Rintoh, meminta izin dapat masuk ke wilayah perusahaan dari pukul 18.00 hingga 20.00 WIB pada bulan Agustus hingga November. Menurutnya, pada waktu tersebut ikan bilis banyak ditemukan karena kondisi air yang lebih tenang. Nelayan hanya akan mengelilingi area perusahaan, dan jika tidak menemukan ikan, mereka segera keluar dari wilayah tersebut.

Perwakilan PT. Sarana Citra Nusa, Stenly, menyatakan bahwa permintaan nelayan akan diteruskan ke pimpinan. Ia juga mengungkapkan bahwa surat dari LKPI terkait permohonan dialog sebelumnya tidak pernah sampai ke manajemen karena tertahan di bagian keamanan. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti masalah ini.

Sementara itu, Kepala Cabang DKP Batam menegaskan bahwa secara aturan, wilayah perusahaan harus bebas dari aktivitas lain selain operasional perusahaan. Namun, mengingat area tersebut berseberangan dengan permukiman nelayan, ia berharap ada solusi yang bisa mengakomodasi kepentingan nelayan tanpa mengganggu operasional perusahaan.

Pelaksana Tugas LKPI Kepri, Marlis Markan, berharap pertemuan ini menghasilkan solusi terbaik bagi kedua belah pihak. “Walaupun lokasi tangkapan berada di wilayah perusahaan yang memiliki aturan tertentu, tetapi perlu dicari jalan keluar yang menguntungkan masing-masing kedua belah pihak,” ujarnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dialog yang lebih konstruktif antara nelayan dan perusahaan untuk mencari solusi bersama. (Red)

Berita Terkait

Bertabur Tokoh, PJS Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan di Batam
Jelang Rakernas III PJS, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tiba di Batam, Disambut Ketum PJS
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam
Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari
Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan
Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid, General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton dan Penumpang Capai 7,5 Juta Orang
BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:09 WIB

Bertabur Tokoh, PJS Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan di Batam

Selasa, 3 November 2026 - 17:30 WIB

Jelang Rakernas III PJS, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tiba di Batam, Disambut Ketum PJS

Senin, 2 November 2026 - 12:47 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:42 WIB

BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari

Berita Terbaru