LKPI Kepri bersama DKP Cabang Batam, Fasilitasi Dialog Nelayan Pulau Todak dengan PT. Sarana Citra Nusa Bahas Akses Tangkap Ikan

Selasa, 11 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 637

Batam – Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) Kepri bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri Cabang Batam menggelar dialog antara masyarakat nelayan Pulau Todak dan PT. Sarana Citra Nusa di kantor DKP Cabang Batam.

Dialog ini membahas menurunnya hasil tangkapan ikan, terutama bilis, yang diduga terdampak aktivitas dermaga pelabuhan dan lego jangkar kapal perusahaan. Nelayan berharap perusahaan memberi akses terbatas agar mereka tetap bisa mencari ikan di sekitar area perusahaan.

Perwakilan nelayan, Rintoh, meminta izin dapat masuk ke wilayah perusahaan dari pukul 18.00 hingga 20.00 WIB pada bulan Agustus hingga November. Menurutnya, pada waktu tersebut ikan bilis banyak ditemukan karena kondisi air yang lebih tenang. Nelayan hanya akan mengelilingi area perusahaan, dan jika tidak menemukan ikan, mereka segera keluar dari wilayah tersebut.

Perwakilan PT. Sarana Citra Nusa, Stenly, menyatakan bahwa permintaan nelayan akan diteruskan ke pimpinan. Ia juga mengungkapkan bahwa surat dari LKPI terkait permohonan dialog sebelumnya tidak pernah sampai ke manajemen karena tertahan di bagian keamanan. Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti masalah ini.

Sementara itu, Kepala Cabang DKP Batam menegaskan bahwa secara aturan, wilayah perusahaan harus bebas dari aktivitas lain selain operasional perusahaan. Namun, mengingat area tersebut berseberangan dengan permukiman nelayan, ia berharap ada solusi yang bisa mengakomodasi kepentingan nelayan tanpa mengganggu operasional perusahaan.

Pelaksana Tugas LKPI Kepri, Marlis Markan, berharap pertemuan ini menghasilkan solusi terbaik bagi kedua belah pihak. “Walaupun lokasi tangkapan berada di wilayah perusahaan yang memiliki aturan tertentu, tetapi perlu dicari jalan keluar yang menguntungkan masing-masing kedua belah pihak,” ujarnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dialog yang lebih konstruktif antara nelayan dan perusahaan untuk mencari solusi bersama. (Red)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siantan, R Diamankan Polisi di Tarempa
SKK Migas-KKKS Perkuat Kolaborasi Media untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional
Ranperda Perubahan APBD 2026, Bupati Aneng Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi
Ketua DPRD Anambas Pimpin Paripurna Pemandangan Umum Fraksi atas Perubahan APBD 2026
Sekda Anambas Ikuti Rapat Virtual Komisi II DPR RI tentang Pertanahan dan Tata Ruang
Kurangi Durasi Genangan, BP Batam Uji Sistem Subdrain di Batam Center
Kavling di Kawasan Nusa Jaya Bida Kabil Kembali Jadi Sorotan
Rizki Faisal Apresiasi Respons Aparat Tangani Bentrokan Setokok, Minta Polda Kepri dan Polresta Barelang Cegah Konflik Susulan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 15:40 WIB

Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siantan, R Diamankan Polisi di Tarempa

Kamis, 17 September 2026 - 14:47 WIB

SKK Migas-KKKS Perkuat Kolaborasi Media untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 21:07 WIB

Ranperda Perubahan APBD 2026, Bupati Aneng Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi

Rabu, 16 September 2026 - 20:05 WIB

Sekda Anambas Ikuti Rapat Virtual Komisi II DPR RI tentang Pertanahan dan Tata Ruang

Rabu, 16 September 2026 - 09:45 WIB

Kurangi Durasi Genangan, BP Batam Uji Sistem Subdrain di Batam Center

Berita Terbaru

error: Content is protected !!