Keterlambatan Pemasangan Jaringan Air dari PT. Moya, Jadi Dasar Hukum Tuntutan Gordon

Sabtu, 30 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 679

Batam – Dari dakwaan yang dibaca Jaksa Penuntut Umum, Abdullah, diketahui yang menjadi dasar tuduhan terhadap Gordon Hassler Silalahi.

Duduk dikursi pesakitan, Gordon dituduh melakukan tindak pidana penipuan karena keterlambatan pemasangan jaringan air di PT Nusa Cipta Propertindo (PT NCP).

“Karena keterlambatan pemasangan jaringan air, Gordon dituduh tidak bekerja dan dianggap melakukan yang dituduhkan,” kata kuasa hukum Gordon, Niko Nixon Situmorang.

Menurutnya, ada persepsi dan sudut pandang yang salah dalam melihat perkara ini. Karena untuk pemasangan jaringan air itu, katanya, bukan domain atau tanggungjawab Gordon.

Dijelaskannya, tanggung jawab untuk melakukan pemasangan jaringan air itu adalah PT Moya. Dan untuk pelaksanaannya, katanya, itu dikerjakan oleh kontraktor yang merupakan pemenang tender atau lelang proyek itu.

“Seharusnya jika ada keterlambatan, PT Moyalah yang dituntut. Karena perusahaan ini sebagai penyelengara pemasangan jaringan air,” ujar Nixon menjelaskan.

Lebih jauh ia menjelaskan, ada juga kemungkinan terjadinya keterlambatan pemasangan jaringan air ini karena ada intervensi dari PT NCP sebagai pemohon.

Karena ada ambisi dari PT NCP, katanya, untuk memilih sendiri kontraktor yang akan melakukan pelaksanaan pemasangan jaringan air itu.

“Perlu saya jelaskan, pihak pemohon sempat memilih kontraktor rekanan BP Batam yang hendak melakukan pemasangan air,” sebutnya.

Saat itu, katanya, ada Jhamson Silaban yang terpilih sebagai anggota DPRD Batam dari Fraksi PDIP yang menjadi pilihan PT NCP.

Dimana kontraktor ini sempat melakukan survei ke lokasi pemasangan jaringan air ini. Dan, ketika survei ke lokasi, calon kontraktor ini didampingi Gordon dan juga Ikhwan yang membawa perkara ini ke ranah hukum.

“Namun entah bagaimana, Jhamson Silaban tidak jadi mengerjakan,” kata Nixson seraya menambahkan selanjutnya PT NCP memilih lagi kontraktor yang bernama Zainudin, kontraktor ini juga tidak jadi mengerjakan.

“Akhirnya yang mengerjakan pemasangan jaringan air ini adalah Jason Saragih. Dan, jaringan airpun sudah terpasang sejak 3 tahun lalu,” tegasnya.

Disebutkannya, saat mendampingi kontraktor yang dipilih PT NCP ini, Gordon ketika itu sudah menerima haknya dana sukses fee yang kini menjeratnya dalam kasus hukum.

“Mendampingi kontraktor adalah itikat baik Gordon. Dan perlu diketahui, tugas dan tanggung jawab Gordon sudah selesai,” tegasnya.***

Berita Terkait

Bertabur Tokoh, PJS Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan di Batam
Jelang Rakernas III PJS, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tiba di Batam, Disambut Ketum PJS
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam
Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari
Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan
Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid, General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton dan Penumpang Capai 7,5 Juta Orang
BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:09 WIB

Bertabur Tokoh, PJS Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan di Batam

Selasa, 3 November 2026 - 17:30 WIB

Jelang Rakernas III PJS, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tiba di Batam, Disambut Ketum PJS

Senin, 2 November 2026 - 12:47 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:42 WIB

BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari

Berita Terbaru