Karina Kecewa karena Pernyataan Manegemen Ocean Dragon Ferry Bersikukuh Anggap Dirinya Menyebarkan Hoax

Senin, 11 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 687

Batam – Managemen Ocean Dragon Ferry memanfaatkan hak jawab ke sejumlah media yang menayangkan peristiwa yang dialami Karina Rasmita Sembiring.

Dalam hak jawab yang disampaikan managemen Ocean Dragon Ferry diwakilkan oleh kuasa hukumnya Tantimin, Karina menyampaikan sejumlah poin pernyataan yang mengecewakan.

Karina menyampaikan rasa kecewanya dengan pernyataan yang dikeluarkan managemen tersebut dalam menyikapi permintaan kejelasan mengenai barang bawaannya yang ketinggalan.

Pasalnya, ia sebagai korban yang dirugikan tidak diberikan sebuah jawaban, akan tetapi malah dianggap melakukan penyebaran hoax atau berita bohong.

“Tidak ada bukti pembelian dan barang itu tidak dibawa ke kapal, itu menunjukkan saya dinilai menyebarkan bohong tanpa diberi ruang untuk mengklarifikasi. Padahal saya hanya minta kejelasan,” kata Karina belum lama ini.

Disebutkannya, seharusnya ada satu langkah yang diambil managemen dengan merangkul dirinya secara bersama untuk melihat dan menyaksikan semua CCTV yang ada.

Karena saat dari awal kehilangan barang bawaan itu ia sudah meminta pertanggungjawaban, namun informasi yang diterima diketahui bahwa CCTV di kapal dalam kondisi rusak.

“Pernyataan mengenai CCTV ini adalah kekecewaan saya yang kedua. Awalnya, dikatakan kondisi CCTV di kapal mengalami kerusakan. Namun dari klarifikasi managemen ke media, disampaikan CCTV di kapal aktif. Mana yang benar?,” kata Karina.

Selanjutnya, belum hilang kebingungannya dengan informasi yang berbeda ini, ada pernyataan bahwa managemen mengklaim sudah melakukan investigasi.

Menurut Karina, jika memang melakukan investitasi atas peristiwa yang dialaminya ini, seharusnya sebagai korban diikut sertakan dalam melakukan investigasi tersebut.

“Jika melakukan investigasi, harusnya saya ikut. Karena, saya ini korban. Jadi apa layak jika disebutkan investigasi, dimana mereka melakukan tanpa melibatkan saya?,” sebut Karina.

Untuk poin terakhir dari pernyataan manegemen ini, kata Karina lebih jauh, mereka membawa dan menyenggol status saya dan masuk ke masalah pribadi.

“Saya meminta pertanggungjawaban itu sebagai penumpang yang kehilangan barang. Kenapa harus menyebutkan status dan pekerjaan saya?,” ujarnya mengakhiri.

Berita Terkait

Bertabur Tokoh, PJS Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan di Batam
Jelang Rakernas III PJS, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tiba di Batam, Disambut Ketum PJS
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam
Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari
Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan
Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid, General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton dan Penumpang Capai 7,5 Juta Orang
BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:09 WIB

Bertabur Tokoh, PJS Sambut Kedatangan Menko Pangan Zulkifli Hasan di Batam

Selasa, 3 November 2026 - 17:30 WIB

Jelang Rakernas III PJS, Menko Pangan Zulkifli Hasan Tiba di Batam, Disambut Ketum PJS

Senin, 2 November 2026 - 12:47 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:42 WIB

BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari

Berita Terbaru