Aktivis Romo Paschal Ingatkan Orang Tua, Hindari Korban Penipuan TPPO Berbasis Online di Kamboja 

Rabu, 16 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam – Aktivis kemanusiaan Kota Batam, Romo Chrisanctus Paschalis (Romo Paschal), mengingatkan para orang tua untuk lebih waspada terhadap anak, saudara, maupun warga sekitar, terutama di era digital saat ini. Imbauan ini disampaikan karena maraknya kasus anak muda dari Batam dan Kepulauan Riau yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penipuan online (scam), serta industri penipuan berbasis daring di luar negeri, khususnya di Kamboja.

“Hati-hati, Bapak dan Ibu. Di lingkungan tempat kita tinggal pun bisa terjadi kasus TPPO yang melibatkan sindikat perdagangan orang,” ujar Romo Paschal saat memberikan penyuluhan kepada warga Kecamatan Batu Ampar dalam kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Kewaspadaan Dini Masyarakat, Penjaringan Informasi, serta Edukasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) oleh FKDM Kota Batam, Rabu (16/7/2025), di Kantor Kecamatan Batu Ampar.

Romo Paschal menyebutkan, tercatat lebih dari 130 remaja telah menjadi korban TPPO, penipuan cinta (love scamming), dan industri penipuan online yang beroperasi di sekitar 10 negara, seperti Kamboja dan Filipina. Modusnya adalah menawarkan pekerjaan ringan di depan komputer dengan iming-iming gaji Rp15–20 juta per bulan.

“Sesampainya di sana, anak-anak kita dilatih untuk menipu warga Indonesia dengan target ratusan juta rupiah per hari. Mereka dipaksa meraup uang hingga Rp500 juta dalam sehari. Jika tidak tercapai, mereka akan disiksa, disetrum, tidak diberi makan, bahkan dikurung di ruang khusus,” ungkap Romo Paschal.

Lebih miris lagi, para korban tidak bisa kembali ke Indonesia begitu saja. Mereka diminta membayar tebusan sebesar Rp50 juta, atau diwajibkan merekrut lima orang WNI sebagai pengganti. Jika gagal, mereka bisa dijual ke kelompok sindikat TPPO lain.

“Bapak Ibu, jangan pernah izinkan anak atau warga kita pergi bekerja ke luar negeri hanya bermodal paspor. Bisa jadi mereka menjadi korban. Mari kita cegah bersama-sama,” tegasnya.

Romo Paschal juga mengingatkan pentingnya mengawasi aktivitas anak di media sosial. Banyak kasus TPPO bermula dari komunikasi di dunia maya, mulai dari mengirim foto biasa hingga akhirnya menjadi korban love scamming.

“Awalnya hanya kirim foto atau video biasa, lalu dikirimi uang. Karena merasa mendapat penghasilan, anak-anak itu menurut saja. Lama-lama diminta foto tanpa busana, atau bahkan live video yang kemudian dijual ke situs-situs tertentu. Kalau menolak, mereka diancam akan disebarluaskan. Ini sangat berbahaya dan harus menjadi perhatian kita semua,” tambahnya.

Lebih ironis, kata Romo Paschal, pelaku yang merekrut anak-anak Indonesia untuk bekerja di industri penipuan online justru adalah WNI yang menetap di luar negeri.

“Jika ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban TPPO atau penipuan online di Kamboja, Filipina, dan negara lainnya, segera hubungi saya sebelum komunikasi terputus, agar bisa langsung kami koordinasikan dengan KJRI setempat,” tutupnya.

Berita Terkait

Puluhan Atlet Ramaikan Spider Challenge Jujitsu Kepri, Jadi Ajang Seleksi Menuju Porprov 2026
Bangkitkan Semangat Cinta Tanah Air, Polres Kepulauan Anambas Salurkan Bendera Merah Putih dan Bansos
Kecamatan Siantan Siap Rayakan HUT ke-81 RI dengan Semangat Kebersamaan dan Nasionalisme
Kejar Target 100 Persen, Pemkab Anambas dan BPS Matangkan Strategi Sensus Ekonomi 2026
Peduli Lingkungan, Polsek Jemaja dan Masyarakat Kompak Bersihkan Pantai Teluk Kumbik
Wujudkan Pemasyarakatan Humanis, Rutan Batam Pindahkan 49 Warga Binaan
Anambas Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran Dana Desa se-Kepri.
Putri Anambas Resmi Sandang Gelar Dokter, Bupati Aneng: Investasi Terbaik Adalah SDM

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Puluhan Atlet Ramaikan Spider Challenge Jujitsu Kepri, Jadi Ajang Seleksi Menuju Porprov 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Bangkitkan Semangat Cinta Tanah Air, Polres Kepulauan Anambas Salurkan Bendera Merah Putih dan Bansos

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Kecamatan Siantan Siap Rayakan HUT ke-81 RI dengan Semangat Kebersamaan dan Nasionalisme

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:47 WIB

Kejar Target 100 Persen, Pemkab Anambas dan BPS Matangkan Strategi Sensus Ekonomi 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:33 WIB

Peduli Lingkungan, Polsek Jemaja dan Masyarakat Kompak Bersihkan Pantai Teluk Kumbik

Berita Terbaru

error: Content is protected !!