Aktivis Romo Paschal Ingatkan Orang Tua, Hindari Korban Penipuan TPPO Berbasis Online di Kamboja 

Rabu, 16 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 633

Batam – Aktivis kemanusiaan Kota Batam, Romo Chrisanctus Paschalis (Romo Paschal), mengingatkan para orang tua untuk lebih waspada terhadap anak, saudara, maupun warga sekitar, terutama di era digital saat ini. Imbauan ini disampaikan karena maraknya kasus anak muda dari Batam dan Kepulauan Riau yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penipuan online (scam), serta industri penipuan berbasis daring di luar negeri, khususnya di Kamboja.

“Hati-hati, Bapak dan Ibu. Di lingkungan tempat kita tinggal pun bisa terjadi kasus TPPO yang melibatkan sindikat perdagangan orang,” ujar Romo Paschal saat memberikan penyuluhan kepada warga Kecamatan Batu Ampar dalam kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Kewaspadaan Dini Masyarakat, Penjaringan Informasi, serta Edukasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) oleh FKDM Kota Batam, Rabu (16/7/2025), di Kantor Kecamatan Batu Ampar.

Romo Paschal menyebutkan, tercatat lebih dari 130 remaja telah menjadi korban TPPO, penipuan cinta (love scamming), dan industri penipuan online yang beroperasi di sekitar 10 negara, seperti Kamboja dan Filipina. Modusnya adalah menawarkan pekerjaan ringan di depan komputer dengan iming-iming gaji Rp15–20 juta per bulan.

“Sesampainya di sana, anak-anak kita dilatih untuk menipu warga Indonesia dengan target ratusan juta rupiah per hari. Mereka dipaksa meraup uang hingga Rp500 juta dalam sehari. Jika tidak tercapai, mereka akan disiksa, disetrum, tidak diberi makan, bahkan dikurung di ruang khusus,” ungkap Romo Paschal.

Lebih miris lagi, para korban tidak bisa kembali ke Indonesia begitu saja. Mereka diminta membayar tebusan sebesar Rp50 juta, atau diwajibkan merekrut lima orang WNI sebagai pengganti. Jika gagal, mereka bisa dijual ke kelompok sindikat TPPO lain.

“Bapak Ibu, jangan pernah izinkan anak atau warga kita pergi bekerja ke luar negeri hanya bermodal paspor. Bisa jadi mereka menjadi korban. Mari kita cegah bersama-sama,” tegasnya.

Romo Paschal juga mengingatkan pentingnya mengawasi aktivitas anak di media sosial. Banyak kasus TPPO bermula dari komunikasi di dunia maya, mulai dari mengirim foto biasa hingga akhirnya menjadi korban love scamming.

“Awalnya hanya kirim foto atau video biasa, lalu dikirimi uang. Karena merasa mendapat penghasilan, anak-anak itu menurut saja. Lama-lama diminta foto tanpa busana, atau bahkan live video yang kemudian dijual ke situs-situs tertentu. Kalau menolak, mereka diancam akan disebarluaskan. Ini sangat berbahaya dan harus menjadi perhatian kita semua,” tambahnya.

Lebih ironis, kata Romo Paschal, pelaku yang merekrut anak-anak Indonesia untuk bekerja di industri penipuan online justru adalah WNI yang menetap di luar negeri.

“Jika ada informasi mengenai WNI yang menjadi korban TPPO atau penipuan online di Kamboja, Filipina, dan negara lainnya, segera hubungi saya sebelum komunikasi terputus, agar bisa langsung kami koordinasikan dengan KJRI setempat,” tutupnya.

Berita Terkait

SKK Migas-KKKS Perkuat Kolaborasi Media untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional
Ranperda Perubahan APBD 2026, Bupati Aneng Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi
Ketua DPRD Anambas Pimpin Paripurna Pemandangan Umum Fraksi atas Perubahan APBD 2026
Sekda Anambas Ikuti Rapat Virtual Komisi II DPR RI tentang Pertanahan dan Tata Ruang
Kurangi Durasi Genangan, BP Batam Uji Sistem Subdrain di Batam Center
Kavling di Kawasan Nusa Jaya Bida Kabil Kembali Jadi Sorotan
Rizki Faisal Apresiasi Respons Aparat Tangani Bentrokan Setokok, Minta Polda Kepri dan Polresta Barelang Cegah Konflik Susulan
Pemkab Anambas Dukung Festival Permainan Rakyat, Gasing dan Batu Dokong Kembali Bergema

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:47 WIB

SKK Migas-KKKS Perkuat Kolaborasi Media untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 21:07 WIB

Ranperda Perubahan APBD 2026, Bupati Aneng Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi

Rabu, 16 September 2026 - 20:37 WIB

Ketua DPRD Anambas Pimpin Paripurna Pemandangan Umum Fraksi atas Perubahan APBD 2026

Rabu, 16 September 2026 - 20:05 WIB

Sekda Anambas Ikuti Rapat Virtual Komisi II DPR RI tentang Pertanahan dan Tata Ruang

Rabu, 16 September 2026 - 09:45 WIB

Kurangi Durasi Genangan, BP Batam Uji Sistem Subdrain di Batam Center

Berita Terbaru

error: Content is protected !!