TAREMPA — SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Kepulauan Riau menggelar kegiatan Media Edukasi 2026 dengan Insan Pers dari berbagai media di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 40 jurnalis tersebut menjadi ruang berbagi informasi dan diskusi mengenai perkembangan industri hulu minyak dan gas bumi (migas), tantangan sektor energi, serta peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Mengusung tema “Memperkuat Sinergi SKK Migas-KKKS Kepulauan Riau dan Insan Media Kepulauan Anambas dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional”, kegiatan juga membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta implikasinya terhadap praktik jurnalistik.
Kegiatan berlangsung secara hibrida dan dihadiri Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, bersama perwakilan KKKS wilayah Kepri.
Perwakilan KKKS yang hadir di antaranya Medco E&P Natuna Ltd., Prime Natuna EP, Star Energy (Kakap) Ltd., West Natuna Exploration Ltd., Pertamina East Natuna, Prima Energy North West Natuna Pte. Ltd., dan Kufpec Indonesia (Anambas) B.V.
Dalam sambutannya, Yanin Kholison mengatakan, di tengah kebutuhan energi nasional yang terus berkembang, industri hulu migas tidak hanya dituntut menjaga keberlanjutan kegiatan dan pencapaian produksi, tetapi juga membangun komunikasi publik yang terbuka, akurat, dan berkelanjutan.
“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi mengenai kegiatan industri hulu migas di Kepulauan Riau, khususnya di wilayah Anambas dan Natuna. Media menjadi salah satu jembatan komunikasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat, termasuk dalam memberikan informasi mengenai kegiatan eksplorasi, pengembangan, dan produksi migas secara akurat dan berimbang,” ujar Yanin.
Sementara itu, Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, mengapresiasi hubungan yang telah terjalin antara industri hulu migas dengan insan media di Kepulauan Riau, termasuk Anambas.
Menurutnya, kemitraan yang konstruktif antara industri dan media dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap kegiatan serta kontribusi sektor hulu migas.
“Kami sangat mengapresiasi hubungan baik yang telah terjalin dengan insan media di Kepulauan Riau, termasuk di Anambas. Kolaborasi yang konstruktif antara industri dan media dapat mendukung penyampaian informasi yang akurat sekaligus memperkuat pemahaman publik mengenai peran sektor hulu migas dalam mendukung ketahanan energi,” kata Leony.
Hal senada disampaikan Government Affairs Senior Manager Prime Natuna EP, Medianestrian. Ia mengatakan, pemahaman yang baik antara perusahaan dan para pemangku kepentingan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan hulu migas.
“Industri hulu migas beroperasi di tengah masyarakat dan melibatkan banyak pemangku kepentingan. Karena itu, membangun pemahaman yang baik mengenai kegiatan, tantangan, dan kontribusi industri menjadi hal yang penting,” ujarnya.
Medianestrian menambahkan, media memiliki peran dalam memperluas perspektif masyarakat mengenai industri hulu migas sekaligus menjadi ruang dialog bagi perusahaan untuk memahami aspirasi dan dinamika di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menghadirkan wartawan senior sekaligus Ahli Pers Dewan Pers, Nurcholis Basyari, yang menyampaikan materi bertajuk “Media di Era AI: Menjaga Integritas Jurnalisme di Tengah Revolusi Teknologi.”
Nurcholis menjelaskan, perkembangan AI telah membawa perubahan dalam proses kerja industri media, mulai dari pengolahan hingga penyajian informasi.
Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap harus disertai penerapan prinsip dasar jurnalistik, seperti verifikasi, akurasi, independensi, dan tanggung jawab kepada publik.
“Teknologi dapat membantu proses kerja jurnalistik, tetapi integritas, verifikasi fakta, dan kode etik tetap menjadi fondasi utama yang tidak dapat digantikan oleh mesin,” tegas Nurcholis.
Melalui Media Edukasi 2026, SKK Migas dan KKKS berharap komunikasi serta kolaborasi dengan insan media di Anambas dapat terus diperkuat, sehingga informasi mengenai kegiatan hulu migas dan kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional dapat tersampaikan secara akurat dan berimbang kepada masyarakat. (Slv)















