BATAM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam terus memperkuat pelayanan pemasyarakatan yang humanis melalui penerapan budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam) kepada Warga Binaan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan usai apel pagi, Senin (3/8), dipimpin Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIA Batam, Ramadina Umaro.
Dalam kegiatan itu, petugas secara langsung menyapa, memberikan salam, serta berinteraksi dengan Warga Binaan. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan hubungan yang lebih dekat, hangat, dan harmonis antara petugas dengan Warga Binaan.
Ramadina mengatakan, budaya 3S bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan hubungan positif di lingkungan pemasyarakatan.
“Melalui budaya Senyum, Sapa, dan Salam, kami ingin menghadirkan suasana yang lebih humanis sehingga Warga Binaan merasa dihargai, nyaman, dan memperoleh dukungan moral selama menjalani proses pembinaan maupun proses hukum yang sedang berlangsung,” ujar Ramadina.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara petugas dan Warga Binaan dapat menumbuhkan rasa saling percaya sekaligus mendukung terciptanya lingkungan Rutan yang aman, tertib, dan kondusif.
Penerapan 3S juga menjadi bagian dari implementasi nilai “Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat” di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Rutan Kelas IIA Batam berkomitmen agar budaya pelayanan yang ramah dan humanis terus diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan komunikasi yang baik dan pendekatan yang lebih humanis, proses pembinaan diharapkan dapat berjalan secara optimal.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Rutan Batam Semakin BESTARI: Bersih, Sehat, Tertib, Aman, dan Religius.















