BATAM – PT PLN Batam menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar.
Bantuan tersebut disalurkan melalui kolaborasi PLN Batam bersama Pemerintah Kota Batam sebagai bentuk solidaritas untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, kepada Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Kegiatan tersebut turut disaksikan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Manajemen PLN Batam menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
“PLN Batam bersama Pemerintah Kota Batam memperkuat solidaritas kemanusiaan bagi warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujar manajemen PLN Batam.
Bantuan senilai Rp1 miliar tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak serta mendukung proses pemulihan di wilayah bencana.
PLN Batam Perkuat Kepedulian Sosial
PLN Batam menilai kepedulian sosial dan kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat. Karena itu, PLN Batam terus mendorong berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Kolaborasi bersama Pemerintah Kota Batam juga menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat gotong royong. Kepedulian dari Batam diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat NTT yang tengah berjuang untuk bangkit pascabencana.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra turut mengapresiasi bantuan yang diberikan PLN Batam.
Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dinilai penting dalam memperkuat aksi kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat bencana.
Melalui bantuan tersebut, PLN Batam berharap semangat solidaritas dan gotong royong terus tumbuh. Kepedulian dari Batam menjadi pesan bahwa masyarakat terdampak bencana di NTT tidak menghadapi masa sulit seorang diri.















