ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas terus memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam mempercepat penyelesaian pendataan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Evaluasi III SE 2026 yang digelar di Media Center Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Kamis (30/7/2026).
Rapat dipimpin oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yessi, serta dihadiri Kepala Bagian Perekonomian Yohanes, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Anambas Adi Cahyadi beserta jajaran, para camat, dan unsur terkait.
Dalam sambutannya, Yessi menyampaikan apresiasi atas capaian pendataan Sensus Ekonomi yang telah mencapai 74,11 persen. Menurutnya, angka tersebut merupakan hasil kerja bersama yang patut diapresiasi, namun tetap memerlukan dukungan seluruh pihak agar target penyelesaian dapat tercapai 100 persen.
“Peran camat dan seluruh perangkat daerah sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat serta mendukung percepatan pendataan, terutama mengingat kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Anambas yang terdiri dari wilayah kepulauan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan program nasional yang menjadi tanggung jawab bersama. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam memetakan perkembangan dan perubahan struktur perekonomian daerah maupun nasional.
Dalam pemaparan progres, tim Sensus Ekonomi menyampaikan bahwa Kecamatan Siantan Utara menjadi wilayah dengan capaian pendataan tertinggi, yakni 91,83 persen, sedangkan Kecamatan Kute Siantan masih memerlukan percepatan dengan capaian 57,71 persen.
Selain itu, pendataan usaha besar telah mencapai 90 persen, sementara pendataan pasar juga menunjukkan perkembangan signifikan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Rapat juga membahas berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kondisi cuaca dan gelombang laut, keterbatasan transportasi antarpulau, hingga kendala teknis pendataan. Meski demikian, seluruh peserta rapat sepakat untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan komunikasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, serta mengoptimalkan langkah-langkah percepatan di lapangan.
Yessi menegaskan bahwa evaluasi ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Pemkab Anambas dan BPS agar proses pendataan berjalan optimal tanpa mengabaikan keselamatan petugas, khususnya saat menghadapi cuaca ekstrem.
Ia juga meminta agar laporan perkembangan pendataan disampaikan secara berkala kepada para camat sehingga setiap kendala dapat segera ditindaklanjuti. Di samping itu, sosialisasi kepada masyarakat akan terus diperkuat melalui berbagai media agar partisipasi masyarakat semakin meningkat.
Melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah, BPS, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemkab Kepulauan Anambas optimistis target penyelesaian Sensus Ekonomi 2026 dapat tercapai sesuai jadwal, sehingga menghasilkan data yang akurat sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan dan penguatan perekonomian daerah. (Slv)















