Karimun – Kabupaten Lingga berhasil keluar sebagai juara cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Kepulauan Riau 2026 setelah menundukkan Kabupaten Karimun dengan skor 2-0 pada partai final di GOR Badang Perkasa, Selasa (07/07/2026)
Sementara, pertandingan perebutan ketiga yang mempertemukan Kota Batam dan Tanjungpinang berakhir tanpa gol. Kedua tim bermain imbang 0-0 hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai pertandingan, prosesi penyerahan medali berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, official, serta para atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.
Ketua Kontingen Kabupaten Karimun yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, Sularno, memberikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet yang telah menampilkan permainan terbaik selama kompetisi berlangsung.
Menurutnya, semangat sportivitas yang ditunjukkan para pemain menjadi nilai penting yang patut dipertahankan.
“Semangat sportivitas para atlet sangat tinggi. Mereka sudah berlatih keras dan pertandingan ini cukup membanggakan. Kami mengucapkan selamat kepada yang berhasil menjadi juara dan kepada yang belum juara agar tetap meningkatkan semangat,” ujar Sularno.
Meski tim sepak bola Karimun gagal meraih medali emas, Sularno menegaskan hasil tersebut bukanlah sebuah kegagalan yang harus disesali.
Ia meminta para atlet muda Karimun menjadikan hasil ini sebagai motivasi untuk bangkit dan mempersiapkan diri menghadapi ajang berikutnya.
“Karimun kalah bukan berarti kegagalan yang tidak dapat diubah. Tetap tingkatkan semangat dan terus berlatih. Kita akan mencoba kembali pada POPDA dua tahun mendatang,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, menilai ajang POPDA menjadi sarana penting untuk menjaring atlet-atlet berbakat, khususnya di cabang olahraga sepak bola.
Menurut Gubernur Kepri periode 2016-2019 tersebut, banyak potensi atlet muda yang dapat dikembangkan untuk mengharumkan nama daerah pada level yang lebih tinggi.
“Melalui POPDA ini kita bisa melihat bakat-bakat atlet sepak bola yang ada di Kepulauan Riau. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk pembinaan atlet ke depan,” ujar Nurdin Basirun.
Ia juga berpesan agar para atlet tidak cepat berpuas diri meski berhasil meraih kemenangan. Sebaliknya, atlet yang belum berhasil diminta tetap optimistis dan menjadikan hasil yang diraih sebagai motivasi untuk berlatih lebih keras.
“Dalam pertandingan ada yang kalah dan ada yang menang. Yang menang jangan merasa puas, jadikan ini langkah awal meraih prestasi dan terus ditingkatkan dengan berlatih sungguh-sungguh. Kemudian yang kalah, jadikan ini sebagai prestasi yang tertunda. Insya Allah akan ada hasil yang lebih baik di masa mendatang,” tutupnya. (dika)
Penulis : DIKA
Editor : Ochtian S Reza















