
Batam – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kepri menggelar kegiatan Goes to School di 16 titik di Kepulauan Riau, bekerja sama dengan Ditresnarkoba Polda Kepri dan Binmas.
Puncak Kegiatan JMSI Kepri menghasilkan duta pelajar anti-narkoba serta meluncurkan buku berjudul “Catatan Pelajar di Kepulauan Riau Tentang Bahaya Narkoba”, hasil karya siswa SMA, yang berlangsung di SMK Negeri 1 Batam. (16/02/2025)
Pengurus JMSI Kepri menemukan bakat seorang anak bernama Nada memiliki jenjang sekolah tingkat menengah atas kelas X, sudah menulis 22 novel 4 buah buku telah dicetak oleh penerbit, sebagai bentuk apresiasi kami berikan Slempang serta dinobatkan sebagai “Duta Pelajar“.
Selain itu, JMSI Kepri juga mengadakan diskusi publik tentang pengelolaan dana BOS yang legal, transparan, dan akuntabel. Diskusi diikuti oleh kepala sekolah dan bendahara dari jenjang PAUD hingga SMA se-Kota Batam.
Menghadirkan narasumber dari Ketum DPP JMSI Teguh Santosa, Kemendasmen Kepri, Inspektorat Kepri, Ditreskrimsus Polda Kepri, dan Kejaksaan Tinggi Kepri.
Ketum DPP JMSI Teguh Santosa mengapresiasi inisiatif JMSI Kepri dalam program Menyapa Sekolah, yang sebelumnya juga dilaksanakan di Kalimantan Selatan yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan.
Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam mendidik dan mengedukasi masyarakat, sejalan dengan tema Hari Pers Nasional 2025, “Kemandirian Sumber Daya Manusia.” Ungkapnya.
Diskusi menghasilkan kesimpulan penting, yakni perlunya peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaan dana BOS sesuai aturan, tanpa digunakan untuk kegiatan fisik, serta dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Peserta juga diingatkan untuk memahami keberadaan wartawan yang profesional dengan memeriksa tata krama, sertifikasi, dan legalitas perusahaan medianya bernaung di Dewan Pers. (Red)















