Ayub Faidiban Kunjungi Batam, Tinjau Kinerja LKPI dan Soroti Masalah Nelayan Akibat Pagar Laut

Kamis, 6 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 637

Batam – Ayub Faidiban, mantan pejabat Kementerian Perhubungan Laut sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI), melakukan kunjungan ke Kepulauan Riau untuk bersilaturahmi dan meninjau perkembangan kinerja LKPI di daerah tersebut.

Dalam kunjungannya, Ayub yang juga dikenal dengan sebutan “Panglima Laut” menegaskan bahwa LKPI didirikan pada tahun 2012 atas inisiatif Menteri Kelautan dan Perikanan saat itu, Freddy Numberi, di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). LKPI lahir sebagai upaya menyeimbangkan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) yang saat itu mengalami dualisme, serta murni bertujuan membantu nelayan tanpa kepentingan politik atau golongan tertentu.

Dukungan untuk Nelayan Kepri

Ayub menjelaskan bahwa LKPI memiliki tugas utama dalam membina, mengayomi, melindungi, serta memperjuangkan hak-hak nelayan. Ia mencontohkan keberhasilan LKPI dalam membantu nelayan di Pulau Todak dan Pulau Buluh, Kepulauan Riau. Berkat kerja sama LKPI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat dijabat Freddy Numberi, para nelayan di daerah tersebut telah menerima bantuan berupa mesin pembuat kerupuk, pengembangan lokasi wisata, dan modal usaha untuk mendukung kelompok ibu-ibu nelayan dalam meningkatkan ekonomi mereka.

Soroti Masalah Pagar Laut dan Reklamasi

Selain membahas perkembangan LKPI di Kepri, Ayub juga menyoroti permasalahan yang dihadapi nelayan terkait proyek pagar laut dan reklamasi di Kabupaten Tangerang dan Bekasi. Menurutnya, nelayan dikedua kabupaten tersebut merasa tertipu setelah menandatangani daftar kehadiran dalam sebuah undangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) PAL Jaya. Belakangan, tanda tangan tersebut digunakan oleh pihak perusahaan untuk mendukung proyek reklamasi TPI Tarumajaya tanpa persetujuan nelayan.

Menanggapi keluhan tersebut, Ayub bersama para nelayan mendatangi kantor pertanahan Kabupaten Cikarang untuk meminta penghentian proyek reklamasi dan pagar laut. “Nelayan sebenarnya tidak pernah menyetujui adanya reklamasi dan pagar laut sampai saat ini tetapi hal itu tidak terlaksana.” tegasnya.

Ia pun mengingatkan seluruh pengurus LKPI di berbagai daerah untuk tetap solid dan tidak terlibat dalam kepentingan tertentu. Ia juga mendorong Kementerian KKP, serta dinas kelautan di tingkat kota dan daerah, untuk lebih terbuka dalam bekerja sama dengan LKPI guna menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para nelayan.

“Persoalan nelayan harus menjadi perhatian bersama. LKPI hadir untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka tanpa embel-embel politik. Kami harap pemerintah daerah dan pusat bisa bersinergi untuk kepentingan nelayan Indonesia,” tutupnya. (Red)

Berita Terkait

Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS
Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siantan, R Diamankan Polisi di Tarempa
SKK Migas-KKKS Perkuat Kolaborasi Media untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional
Ranperda Perubahan APBD 2026, Bupati Aneng Sampaikan Tanggapan atas Pandangan Fraksi
Ketua DPRD Anambas Pimpin Paripurna Pemandangan Umum Fraksi atas Perubahan APBD 2026
Sekda Anambas Ikuti Rapat Virtual Komisi II DPR RI tentang Pertanahan dan Tata Ruang
Kurangi Durasi Genangan, BP Batam Uji Sistem Subdrain di Batam Center
Kavling di Kawasan Nusa Jaya Bida Kabil Kembali Jadi Sorotan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 19:18 WIB

Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

Jumat, 18 September 2026 - 15:40 WIB

Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siantan, R Diamankan Polisi di Tarempa

Kamis, 17 September 2026 - 14:47 WIB

SKK Migas-KKKS Perkuat Kolaborasi Media untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 20:37 WIB

Ketua DPRD Anambas Pimpin Paripurna Pemandangan Umum Fraksi atas Perubahan APBD 2026

Rabu, 16 September 2026 - 20:05 WIB

Sekda Anambas Ikuti Rapat Virtual Komisi II DPR RI tentang Pertanahan dan Tata Ruang

Berita Terbaru

error: Content is protected !!