
Batam, lancangkuningnews.com. – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, resmi membuka Flyover Laksamana Ladi, Selasa (31/12). Proyek ini dibangun untuk mengatasi kemacetan di kawasan simpang tiga utama Sungai Ladi.
Proyek yang dikerjakan oleh PT. Adhi Karya ini menghabiskan anggaran sebesar Rp138 miliar, dengan supervisi Rp2,4 miliar, dan diawasi langsung oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam. Secara teknis, flyover ini memiliki panjang 120 meter dan lebar 13 meter dengan tiga lajur, serta total panjang jalan mencapai 420 meter. Fasilitas jalan putar balik (u-turn) juga menjadi bagian dari pembangunan tahap pertama.
Dalam sambutannya, Muhammad Rudi menyampaikan, “Kami bersama Forkopimda meresmikan Flyover Laksamana Ladi agar masyarakat dapat menikmati akses yang lebih lancar. Flyover ini diharapkan mampu mengurangi waktu tempuh dari Sekupang ke Batam Center, yang sebelumnya memakan waktu hingga satu jam, menjadi sekitar 30 menit atau bahkan lebih cepat.”
Saat ini, hanya kendaraan ringan seperti roda dua dan empat yang diperbolehkan melintas. Kendaraan berat baru diizinkan setelah dua minggu, untuk memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga. “Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kerusakan dini dan memastikan flyover bertahan sesuai standar teknis,” jelas Rudi.
Adapun pembangunan tahap pertama ini belum mencakup jalan penyambung menuju Laluan Madani. Rencananya, proses lelang untuk pembangunan jalan penyambung akan dilakukan awal 2025, dan ditargetkan selesai akhir 2025.
Dengan peresmian flyover ini, masyarakat Batam kini memiliki solusi baru untuk mengatasi kemacetan, khususnya di jalur menuju Batam Center. Pemerintah berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi pengguna jalan.















