Tembilahan, — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong percepatan pembangunan Pasar Induk Tembilahan tahun 2026 sebagai bagian dari strategi besar penguatan sektor perdagangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Langkah awal yang kini difokuskan adalah memastikan kesiapan Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi para pedagang Pasar Yos Sudarso, sehingga proses pembangunan dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagin) Kabupaten Inhil, Trio Beni Putra, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah merampungkan seluruh proses administrasi penetapan lokasi TPS sebagai dasar relokasi pedagang.
“Kami sedang mempersiapkan seluruh administrasi penetapan lokasi TPS. Insyaallah pada awal April SK sudah selesai, sehingga dapat segera dilanjutkan dengan pembangunan sarana dan prasarana pendukung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Trio menegaskan bahwa relokasi pedagang akan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan zonasi, guna menjaga keteraturan serta kenyamanan selama masa transisi menuju pasar yang lebih representatif.
“Relokasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar. Kami berupaya agar para pedagang tetap dapat beraktivitas dengan baik di lokasi sementara yang telah disiapkan,” tambahnya.
Sekitar 600 pedagang direncanakan akan direlokasi ke TPS yang telah disiapkan pemerintah daerah. Dalam hal ini, Diskopdagin juga telah menetapkan rencana lokasi strategis sebagai bentuk kepastian bagi para pedagang.
“Rencana TPS akan ditempatkan di lapangan eks air mancur, sementara untuk pembangunan pasar induk direncanakan di kawasan eks pasar terapung dan PKL di Jalan Yos Sudarso,” ungkap Trio.
Ia juga menyampaikan optimisme bahwa seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal, sehingga pembangunan fisik Pasar Induk Tembilahan dapat dimulai pada pertengahan tahun 2026.
“Kami optimistis, apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik dapat dimulai pada Juni 2026,” ujarnya.
Pembangunan Pasar Induk Tembilahan ini diharapkan tidak hanya menjadi proyek infrastruktur semata, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pusat perdagangan yang lebih tertata, modern, dan nyaman, sekaligus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat Indragiri Hilir secara berkelanjutan.
Dengan sinergi dan komitmen kuat dari seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir optimistis bahwa transformasi sektor perdagangan ini akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat ke depan.(Thonk)















