SPPG Sukabumi Disebut Ogah Rehab dan Hanya Ditambal Sulam Buntut Kasus Viral Temuan Ulat di Ompreng MBG

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyoroti SPPG di Sukabumi yang sempat viral gegara temuan ulat dalam penyajian menu MBG. Berikut ini ulasan selengkapnya. (Instagram.com/@sidakbgn)

Menyoroti SPPG di Sukabumi yang sempat viral gegara temuan ulat dalam penyajian menu MBG. Berikut ini ulasan selengkapnya. (Instagram.com/@sidakbgn)

Jawa Barat,lancangkuningnews.com – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sagaranten, Margaluyu, Sukabumi, Jawa Barat.

‎Bagi yang belum tahu, SPPG Sukabumi ini sebelumnya viral setelah adanya temuan ulat dalam penyajian makanan melalui ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Kini, SPPG itu pun menuai sorotan tajam setelah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang melakukan inspeksi mendadak (sidak).

‎”Dari dapur atau SPPG inilah lahir ulat di ompreng yang beberapa waktu lalu viral,” kata Nanik dalam unggahan Instagram resminya @nanik_deyang, pada Senin, 11 Mei 2026.

‎Nanik menyebut, dari kejauhan, SPPG di Sukabumi tersebut terlihat besar dan megah.

‎Namun, Wakil BGN ini menilai rumah yang disulap menjadi SPPG ini alur kerjanya amburadul.

‎”(Hal itu) karena sang mitra penyedia tempat sepertinya tidak mau keluar kocek banyak untuk merehab menjadi dapur sesuai dengan juknis BGN,” beber Nanik.

‎Lantas, apa saja hal-hal mengejutkan yang diungkap Nanik dalam sidak di SPPG Sukabumi tersebut? Begini ceritanya.

‎Rumah yang Ditambal Sulam

‎Dalam sidak itu, Nanik menuturkan, tak hanya rumah yang hanya ditambal sulam sedikit kemudian dicat biru seperti warna BGN, namun lantainya pun turun-naik.

‎”Kalau dulu di awal mulai program MBG, SPPG yang operasional pertama Januari 2026, pasti tidak lolos,” ungkapnya.

‎”Soalnya ketentuan awal dulu harus bangunan baru dan tidak ada lantai turun naik,” sambung Nanik.

‎Nanik bercerita, saat dirinya masuk ke SPPG tersebut justru merasa kebingungan saat menuju ruang penyajian makanan.

‎”Bahkan saya sempat kejangkang (terjatuh) saking licinnya lantai karena kurang dibersihkan dari bekas minyak,” keluhnya.

‎Steam Rice Rusak

‎Pada kesempatan yang sama, Nanik mengaku terkejut, saat melihat para pegawai SPPG tersebut sudah mulai memasak meski waktu belum sampai pukul 01.00 WIB dinihari.

‎Nanik lantas menyoroti adanya proses memasak nasi yang masih menggunakan dandang, lantaran steam ricenya rusak.

‎”Ini yang saya minta pada mitra, tolong steam rice-nya harus punya dua, satu untuk serep bila tiba-tiba yang satu rusak,” terangnya.

‎Tak hanya steam rice yang rusak, Nanik pun sempat menyoroti adanya wastafel yang dinilai hanya pajangan.

‎”Ada yang lucu saat saya datang. Saya selalu konsen dengan urusan wastafel,” sebut Nanik.

‎”Saat saya datang pura-pura dipasang 2 wastafel padahal tidak ada aliran airnya, alias hanya artifisial,” sambungnya.

‎Buah di Bawah Meja Pemorsian

‎Selain itu, Nanik menyoroti ruang pemorsian yang ditempatkan berada pada area gudang.

‎”Ini akibat rumah apa adanya dipakai sebagai SPPG,” sorotnya.

‎Nanik kemudian menduga, adanya temuan ulat pada ompreng MBG yang sempat viral di SPPG Sukabumi tersebut.

‎”Dan saya juga mulai paham kenapa ompreng ada ulatnya, karena buah ditaruh di bawah meja pemorsian,” terang Nanik.

‎”Nah buah yang mungkin tidak dicuci bersih, yang masih ada ulatnya, kemudian ulatnya naik ke meja pemorsian dan menjalar ke ompreng,” tukasnya. (Bill)

Berita Terkait

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Penjelasan Walikota tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025, Apresiasi Pemko Raih WTP ke-14 Berturut-turut
Diduga Cemarkan Nama Baik, Manajemen HH Club Dipolisikan 
BP Batam dan Koarmada I Bahas Penguatan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI dan Manajemen Risiko Terintegrasi
Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap
Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi
Pertimbangkan Daya Saing Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas
Suplai Air di Taman Baloi hingga Sukajadi Terganggu, BP Batam Lakukan Perbaikan Darurat
Investasi Batam Tumbuh Pesat: Penataan Infrastruktur dan Penanganan Banjir Jadi Prioritas BP Batam

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:04 WIB

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Penjelasan Walikota tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025, Apresiasi Pemko Raih WTP ke-14 Berturut-turut

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:45 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik, Manajemen HH Club Dipolisikan 

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:29 WIB

BP Batam dan Koarmada I Bahas Penguatan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI dan Manajemen Risiko Terintegrasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:26 WIB

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:25 WIB

Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!