
Batam – PLN Batam bangun PLTS dan sistem Reverse Osmosis (RO) air laut di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Al-Gontory, Tanjung Piayu, Batam.
Pogram itu merupakan kolaborasi BUMN dan Universitas Jenderal Soedirman untuk menghadirkan energi listrik dan air bersih berkelanjutan.
Sekretaris PLN Batam Zulhamdi mengetakan pembangunan PLTS dan RO bentuk dukungannya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta TPB 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen BUMN dalam meningkatkan kesejahteraan publik.“Pondok pesantren dan komunitas setempat selama ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan listrik yang stabil serta air bersih yang layak konsumsi,” kata Zulhamdi.
“Karena itu, melalui program ini dibangun sistem RO yang dapat mengolah air laut menjadi air bersih dengan kapasitas hingga 1.000 liter per jam dan kemampuan produksi sekitar 300 galon air minum per hari serta PLTS yang dapat menjadi sumber energi listrik mandiri,” sambungnya.
Selain fungsional bagi masyarakat, lanjutnya, pembangunan sistem RO dan PLTS ini juga mendukung prinsip keberlangsungan energi bersih dan ramah lingkungan.
Zulhamdi berharap, inisiatif ini bissa memberi manfaat konkret bagi para santri di Ponpes Darussalam Al-Gontory dan komunitas di sekitarnya, terutama dalam menyediakan akses terhadap air bersih dan energi listrik yang terjangkau.
“Air dan listrik sebagai kebutuhan dasar manusia sangat diperlukan untuk menunjang kualitas hidup, khususnya di lingkungan pendidikan seperti pondok pesantren. Ini diharapkan berdampak signifikan bagi operasional pondok serta warga sekitar,” pungkasnya.
Pemimpin Ponpes Darussalam Al-Gontory, Taten Rustandi mengapresiasi BUMN dalam meningkatkan mutu kehidupan masyarakat.
Menurutnya PLN telah telah mengimplementasikan fasilitas yang dapat membawa perubahan positif di berbagai aspek, mulai dari sosial, energi bersih dan berkelanjutan, infrastruktur, hingga pendidikan.
“Kami sangat bersyukur atas inisiatif ini,” ucap Taten.Menurutnya, dengan adanya air bersih dan listrik yang stabil, tidak hanya santri yang merasakan kegunaannya, melainkan juga masyarakat sekitar pesantren.
“Kami saat ini tidak kesulitan lagi mendapat air minum dan listrik untuk kebutuhan sehari-hari. Ini adalah perubahan besar yang membawa dampak jangka panjang,” tutupnya.















