ANAMBAS – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap KM Samudra Jaya Kelautan yang hilang kontak di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas memasuki hari keempat. Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap kapal beserta empat awak yang hingga kini belum ditemukan.
KM Samudra Jaya Kelautan diketahui bertolak dari Air Sena menuju Batam pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB dengan membawa muatan ikan dan diawaki empat orang. Kapal diperkirakan tiba di Batam pada Minggu (2/8/2026) pukul 08.00 WIB, namun hingga waktu yang diperkirakan kapal tidak kunjung tiba dan kehilangan kontak.
Laporan hilangnya kapal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna dari Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas. Menindaklanjuti informasi tersebut, operasi SAR segera digelar.
Pada hari kedua operasi, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui BPBD berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna serta PT Medco Energy Matak untuk memperkuat upaya pencarian. Selain penyisiran laut menggunakan RIB 02 Natuna, pencarian juga didukung pemantauan udara menggunakan helikopter Sikorsky S76 C++/PK-PUW milik PT Medco Energy Matak guna memperluas area pencarian.
Memasuki hari ketiga, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran berdasarkan peta pencarian (SAR Map) yang disusun dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, serta hasil evaluasi operasi sebelumnya. Namun hingga akhir hari ketiga, pencarian belum membuahkan hasil sehingga operasi dilanjutkan pada hari keempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi, S.P., mengatakan seluruh unsur yang terlibat tetap berkomitmen mengoptimalkan pencarian hingga operasi dinyatakan selesai.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui BPBD terus mendukung pelaksanaan Operasi SAR yang dipimpin oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna. Memasuki hari keempat, koordinasi antarunsur tetap berjalan dengan baik dan kami berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat segera membuahkan hasil. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar segera melaporkan apabila menemukan informasi ataupun tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan kapal maupun para korban,” ujarnya.
Empat awak KM Samudra Jaya Kelautan yang masih dalam pencarian masing-masing adalah Samsul Bahri (54) asal Air Asuk, Azan (41) asal Teluk Siantan, Awang (65) asal Air Sena, dan Handay Yadi (40) asal Kuala Maras.
Operasi SAR akan terus dilaksanakan berdasarkan rencana operasi dan hasil evaluasi Tim SAR Gabungan. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan kapal atau menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan pencarian tersebut. (Slv)















