Anambas– Bupati Kepulauan Anambas, Aneng menjadi Inspektur Upacara dan bacakan pidato Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., pada Upacara Peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026, bertempat di Halaman Kantor Bupati Kepulauan Anambas- Pasir Peti, Kamis (24/9/2026).
Dalam pidatonya, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., yang dibacakan oleh Bupati Kepulauan Anambas menyampaikan Genap 24 tahun Provinsi Kepulauan Riau berdiri sebagai bumi sanjungan yang menjulang adat dan budaya Melayu. Provinsi Kepulauan Riau dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002 dan ditetapkan pada 24 September 2002, dengan azam “Berpancang Amanah, Bersauh Marwah”, yang menjadi salah satu entitas budaya di gerbang utara sekaligus melengkapi identitas sosial dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau tidak dimaknai sebagai seremonial semata, tetapi menjadi representasi tekad yang berakar pada sejarah dan sikap optimis menuju masa depan. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus menjabarkan berbagai program strategis untuk mewujudkan Kepulauan Riau yang Maju, Makmur dan Merata.
Sejumlah program strategis yang disampaikan antara lain penataan dan rencana pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, pengiriman 50 muballigh
hinterland ke pulau-pulau terluar, bantuan rumah ibadah bagi 237 penerima manfaat di tujuh kabupaten/kota, serta insentif keagamaan bagi 13.348 penerima manfaat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga memberikan fasilitas Rumah Singgah di Jakarta dan Batam, bantuan JAMKESDA kepada 1.959 penerima manfaat, bantuan pembangunan dan pemenuhan sarana-prasarana sekolah, SPP gratis, sertifikasi kompetensi sekolah vokasi dan transportasi siswa, serta bantuan beasiswa pendidikan tingkat D-III, D-IV, S1 dan S2 kepada 1.212 mahasiswa Kepri.
Dukungan juga diberikan terhadap pemenuhan kebutuhan dokter melalui bantuan biaya pendidikan bagi 58 dokter spesialis dan subspesialis, perlindungan tenaga kerja rentan melalui subsidi iuran BPJS Ketenagakerjaan kepada 9.200 petani dan 31.304 nelayan, subsidi bunga margin 0 persen bagi UMKM, serta Program Kepri Terang yang hingga Desember 2025 telah menjangkau 14.340 rumah tangga di tujuh kabupaten/kota.
Dalam pidato tersebut turut disampaikan berbagai capaian indikator makro pembangunan Provinsi Kepulauan Riau. Pertumbuhan ekonomi Kepri secara year-on-year pada Triwulan II Tahun 2026 tercatat sebesar 6,99 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2025 mencapai 80,53 poin.
Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 berada di angka 4,09 persen. Produk Domestik Regional Bruto per kapita atas dasar harga berlaku meningkat 11,03 persen menjadi Rp172,46 juta pada tahun 2025. Sementara itu, realisasi investasi Semester I Tahun 2026 mencapai Rp40,38 triliun.
Capaian lainnya meliputi Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025 sebesar 83,68 poin, Indeks Pembangunan Kebudayaan sebesar 60,34 poin, rasio elektrifikasi Tahun 2025 sebesar 99,45 persen, serta Indeks Pembangunan Pemuda Tahun 2024 sebesar 69,65 poin.
Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau juga disebut telah menghasilkan 112 penghargaan nasional dan internasional. Di antaranya, pantun masuk Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 16 kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Tahun 2025, serta peringkat ke-3 nasional kategori Pemerintah Provinsi pada penilaian kinerja tahun 2024 Monitoring Center for Prevention (MCP) atau Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) dari Komisi Pemberantasan Korupsi.
Atas berbagai capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan, mulai dari Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, lembaga dan instansi vertikal, organisasi, alim ulama, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh wanita, cerdik pandai, dunia usaha, kalangan pers hingga seluruh elemen masyarakat.
Mengusung tema “Dari Penyengat Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan”, peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau menjadi momentum untuk terus menjaga marwah daerah, memperkuat optimisme, serta melanjutkan pembangunan yang berbasis pada akar sejarah menuju masa depan yang cemerlang.
Semangat tersebut sejalan dengan falsafah “Takkan Melayu Hilang di Bumi” dan adagium Gurindam XII pasal ke sebelas, “Hendaklah berjasa, kepada yang sebangsa”, yang dimaknai sebagai ajakan agar setiap orang senantiasa berbuat kebaikan dan mendedikasikan diri untuk kemajuan negeri. (Slv)















