Tembilahan, — Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat efisiensi anggaran melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar secara virtual, Senin (6/4/2026).
Bupati Indragiri Hilir, Herman, yang diwakili oleh Asisten II Setda, Dwi Budianto, mengikuti rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bertempat di e-Bilik Diskominfopers Tembilahan.
Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa stabilitas inflasi merupakan fondasi utama dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengendalikan harga serta menjaga ketersediaan bahan pokok di lapangan.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan bahwa inflasi nasional pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,41 persen (month to month) dan 3,48 persen (year on year), yang masih berada dalam kategori terkendali. Kendati demikian, terdapat dinamika harga yang dipengaruhi oleh faktor musiman seperti Ramadan dan Idulfitri, serta fluktuasi harga komoditas global.
Provinsi Riau sendiri menunjukkan kinerja yang relatif stabil, dengan inflasi sekitar 3,3 persen (year on year), masih dalam rentang sasaran nasional. Namun, pemerintah daerah tetap diminta waspada terhadap fluktuasi harga sejumlah komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, dan daging ayam ras.
Di sisi lain, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa realisasi anggaran DAK Non Fisik BOK POM terus menunjukkan tren positif. Efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran dinilai semakin meningkat sejak tahun 2022.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Dwi Budianto menyampaikan bahwa daerah siap mendukung penuh kebijakan nasional melalui penguatan koordinasi lintas sektor serta optimalisasi langkah-langkah pengendalian inflasi di daerah.
“Pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, sehingga masyarakat tetap terlindungi dari gejolak ekonomi,” tegasnya.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi kebijakan antara pusat dan daerah, guna memastikan inflasi tetap terkendali, daya beli masyarakat terjaga, serta efisiensi anggaran terus meningkat secara berkelanjutan. (Thonk)















