Letung – Seorang warga Alijar, Kecamatan Jemaja, yang berprofesi sebagai nelayan, menyuarakan protes terhadap kinerja Syahbandar Letung. Aksi tersebut dilakukan dengan berorasi di atas tumpukan barang di sebuah kapal tujuan Batam, berlangsung di pelabuhan letung Anambas. (2/5)
Dalam orasinya, ia mengungkapkan kekecewaan terhadap kebijakan yang dinilai tidak konsisten, khususnya terkait pengangkutan barang berupa hasil tangkapan nelayan.
“Kami sebagai masyarakat berharap adanya keadilan. Sesuai ketentuan yang berlaku, kami meminta kejelasan dan perlakuan yang adil hari ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika kapal penumpang dari Letung menuju Batam memang tidak diperbolehkan mengangkut barang seperti ikan, maka aturan tersebut harus ditegakkan secara konsisten tanpa pengecualian.
“Kalau memang tidak boleh, maka tegakkan aturan itu untuk semua. Kapal penumpang seharusnya hanya mengangkut penumpang, bukan barang,” katanya, sembari menunjuk adanya box berukuran sekitar 80×80 sentimeter di atas kapal yang menurutnya tidak semestinya diangkut.
Lebih lanjut, ia menyoroti dugaan ketidakadilan dalam penerapan aturan tersebut.
“Kami hanya menuntut keadilan. Jika dilarang, maka larangan itu harus berlaku untuk semua, baik kapal dari Tanjungpinang maupun Batam,” tegasnya.
Sebagai nelayan, ia mengaku sangat bergantung pada akses transportasi laut untuk mendistribusikan hasil tangkapan.
“Kami ini masyarakat nelayan. Kami butuh makan. Hasil tangkapan kami tidak bisa dikirim jika akses ini ditutup. Lalu bagaimana kami memenuhi kebutuhan hidup?” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kapal cepat menjadi satu-satunya sarana yang dapat diandalkan untuk menjaga kualitas ikan tetap segar hingga sampai ke tujuan.
“Barang yang kami bawa berupa ikan segar yang mudah rusak seperti ikan sayang dan ikan tambar. Ikan ini harus segera dikirim agar tidak rusak dan tetap layak konsumsi,” jelasnya.
Di akhir orasi, ia menegaskan bahwa aksinya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan mewakili kepentingan masyarakat nelayan secara luas.
“Saya berdiri di sini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan bersama. Saya juga memohon maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan ini,” tutupnya.
Sementara itu, salah seorang penumpang kapal menyebutkan bahwa sebelumnya nelayan tersebut pernah hendak mengirim ikan dalam kemasan box, namun tidak diperbolehkan oleh pihak syahbandar dengan alasan harus mengikuti aturan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak redaksi masih menunggu konfirmasi resmi dari Syahbandar Letung guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi. (Slv)















