Papan Nama Berbahasa China, Gelper Super Star 21 Diduga Jadi Arena Judi Terselubung

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 659

Batam, Lancangkuningnews.com – Sebuah gelanggang permainan yang sebelumnya dikenal dengan nama Sky Villa, kini berganti nama menjadi Super Star 21, diduga menjalankan aktivitas perjudian secara terselubung. Lokasi usaha tersebut berada di Kompleks Batama Imam Bonjol, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

Berdasarkan pantauan di lapangan, papan nama Super Star 21 tampak mencolok dengan dominasi tulisan berbahasa China. Kondisi ini dinilai janggal karena lokasi usaha berada di wilayah Tanah Melayu serta berdekatan langsung dengan Masjid Jabal Arafah. Selain itu, tempat tersebut disebut beroperasi nonstop selama 24 jam.

Seorang warga  yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pemilik gelanggang permainan tersebut diduga merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok. Ia menyebutkan, pemilik kerap terlihat menggunakan kendaraan roda empat jenis Chery GWM Tank 300 warna putih.

Sumber tersebut juga membeberkan dugaan modus operandi perjudian yang dijalankan. Pemain disebut menukarkan uang tunai dengan koin untuk bermain. Jika menang, pemain memperoleh voucher yang kemudian ditukarkan dengan rokok di kasir. Rokok tersebut selanjutnya dibawa ke samping menemui oknum petugas keamanan, lalu dikembalikan ke kasir untuk ditukarkan kembali menjadi uang tunai.

“Model seperti ini diduga untuk mengelabui aparat, seolah-olah tidak ada transaksi uang secara langsung, padahal ujungnya tetap uang tunai,” ujar sumber tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) dapat meninjau ulang izin operasional tempat tersebut, terlebih adanya dugaan kepemilikan oleh WNA. Menurutnya, aktivitas usaha di Indonesia harus tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Secara hukum, praktik perjudian dilarang di Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang menyebutkan bahwa setiap orang yang tanpa izin menawarkan atau memberi kesempatan untuk permainan judi dapat diancam pidana penjara maksimal 10 tahun atau denda. Selain itu, jika melibatkan modus penyamaran transaksi, pelaku juga dapat dijerat ketentuan pidana lain sesuai hasil penyelidikan aparat.

Hingga berita ini diturunkan, kami akan  melakukan upaya konfirmasi lanjutan kepada aparat penegak hukum, pengelola usaha, serta dinas terkait guna memperoleh keterangan resmi dan berimbang.(Red)

 

Berita Terkait

Inspektur Jenderal Kemenimipas Laksanakan Koordinasi Pimpinan di Kepulauan Riau
BP Batam Siapkan Sekolah Merah Putih di Rempang, SD hingga SMA Ditargetkan Rampung 2028
Ruslan Sinaga Buka Persoalan Banjir Bengkong, Survei Ada, Lalu Apa Tindakannya?
BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa
TP PKK Desa Tarempa Barat Daya Jadi Lokus Penilaian Kampung Ceria Tingkat Kabupaten
Kapolres Anambas Disambut Tepung Tawar, Kain Cual, dan Doa Masyarakat
Wabup Anambas Raja Bayu Hadiri Bimtek Pemenangan Pemilu Anggota Fraksi Golkar se-Indonesia
Informasi Gangguan Listrik PLN Batam

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:00 WIB

Inspektur Jenderal Kemenimipas Laksanakan Koordinasi Pimpinan di Kepulauan Riau

Kamis, 24 September 2026 - 11:31 WIB

BP Batam Siapkan Sekolah Merah Putih di Rempang, SD hingga SMA Ditargetkan Rampung 2028

Rabu, 23 September 2026 - 18:18 WIB

Ruslan Sinaga Buka Persoalan Banjir Bengkong, Survei Ada, Lalu Apa Tindakannya?

Senin, 21 September 2026 - 14:41 WIB

TP PKK Desa Tarempa Barat Daya Jadi Lokus Penilaian Kampung Ceria Tingkat Kabupaten

Minggu, 20 September 2026 - 20:54 WIB

Kapolres Anambas Disambut Tepung Tawar, Kain Cual, dan Doa Masyarakat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!