Menyoroti aksi demonstrasi yang diduga dilakukan korban banjir di Kantor Bupati Langkat, Sumatera Utara

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumut,lancangkuningnews.com – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti aksi demonstrasi yang diduga dilakukan para korban banjir di Desa Bukit Masa, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

‎Dugaan aksi demo yang dilakukan para korban banjir itu digelar pada area depan Kantor Bupati Langkat, pada Senin, 20 April 2026.

‎Berdasarkan laporan di lapangan, demonstrasi tersebut buntut dari bantuan sosial (Bansos) usai bencana yang dinilai tidak tepat sasaran hingga minim disalurkan kepada para korban banjir.

‎Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi aksi demonstrasi yang diduga berujung ricuh di Kantor Bupati Langkat, Sumut itu? Berikut ulasannya.

‎Warga Ricuh, Pejabat Ngevlog

‎Terlihat dalam unggahan Instagram @feedgramindo, pada hari yang sama, pendemo terlibat cekcok dengan petugas yang berjaga hingga berujung ricuh di lokasi kejadian.

‎Pagar yang terpasang di Kantor Bupati Langkat itu juga tampak rusak akibat luapan emosi para pendemo.

‎Di sisi lain, publik juga menyoroti video tersebut menampilkan kondisi di dalamnya yang justru dinilai adem ayem, seolah tak ada masalah yang terjadi di luar kantor tersebut.

‎”Ribuan korban banjir gelar demo di Kantor Bupati Langkat terkait bantuan, yang di dalam asik ngevlog,” tulis postingan tersebut.

‎”Di luar ricuh, yang di dalam ada yang santai dan ngerumpi,” imbuhnya.

‎Kantor Bupati Digeruduk Ribuan Massa

‎Menurut laporan warga di lokasi kejadian, ribuan massa menggeruduk halaman Kantor Bupati Langkat di Stabat, Langkat, pada Senin, 20 April 2026.

‎Mereka datang dengan menggunakan puluhan truk, yang diduga tujuannya dengan melakukan aksi demonstrasi damai.

‎Hal tersebut untuk menuntut minimnya penyaluran bansos usai bencana banjir di wilayahnya.

‎”Stimulan berupa jaminan hidup dan stimulan ekonomi dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial yang disalurkan tidak merata dan sebagian besar warga tidak menerima bantuan,” tulis postingan tersebut.

‎Diduga Lelah Menunggu Kepastian

‎Tuntutan tersebut diduga buntut dari kekecewaan warga lantaran sebagian korban terdampak bencana dipaksa untuk menunggu dalam ketidakpastian.

‎Pendemo juga dilaporkan menuntut keadilan, karena mereka juga merupakan korban dari peristiwa bencana korban banjir.

‎Mereka meminta pemerintah setempat berlaku adil terhadap warga korban bencana yang telah mengalami dampak kerugian material cukup besar.

‎Oknum perangkat desa juga disorot usai dinilai hanya mementingkan pihak keluarganya dalam penyaluran bantuan tersebut.

‎”Bantuan tersebut disalurkan oleh perangkat desa kepada keluarga keluarga mereka saja,” ujar seorang warga di lokasi kejadian.

‎”Sementara untuk warga lain yang juga terdampak korban banjir disuruh menunggu tanpa kepastian,” tambahnya.

‎Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait maupun kepolisian setempat, ihwal dugaan insiden demonstrasi berujung ricuh di area Kantor Bupati Langkat, Sumut. (Bill)

Berita Terkait

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Penjelasan Walikota tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025, Apresiasi Pemko Raih WTP ke-14 Berturut-turut
Diduga Cemarkan Nama Baik, Manajemen HH Club Dipolisikan 
BP Batam dan Koarmada I Bahas Penguatan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI dan Manajemen Risiko Terintegrasi
Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap
Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi
Pertimbangkan Daya Saing Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas
Suplai Air di Taman Baloi hingga Sukajadi Terganggu, BP Batam Lakukan Perbaikan Darurat
Investasi Batam Tumbuh Pesat: Penataan Infrastruktur dan Penanganan Banjir Jadi Prioritas BP Batam

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:04 WIB

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Penjelasan Walikota tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025, Apresiasi Pemko Raih WTP ke-14 Berturut-turut

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:45 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik, Manajemen HH Club Dipolisikan 

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:29 WIB

BP Batam dan Koarmada I Bahas Penguatan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI dan Manajemen Risiko Terintegrasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:26 WIB

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:25 WIB

Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!