Kasus Wanita yang Diduga Sandera Pegawai Toko HP di Medan.

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan,lancangkuningnews.com – Beredar rekaman kamera pengawas CCTV yang menunjukkan dugaan kasus penyanderaan seorang pegawai toko handphone (HP), ‘Ps Store’ di kawasan Medan, Sumatera Utara.

‎Dalam unggahan Instagram @nurwellykelly, pada Minggu, 19 April 2026, dilaporkan, aksi penyanderaan itu melibatkan terduga pelaku wanita yang menodongkan senjata tajam (sajam) berupa parang, kepada korban.

‎”Aksi penyanderaan dan percobaan penodongan dengan senjata tajam terjadi di sebuah toko ponsel di wilayah Medan,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.

‎Pada video yang beredar, terlihat pelaku mengenakan baju warna merah muda tengah membekap seorang pegawai wanita berbaju hitam.

‎Tampak tangan kiri pelaku digunakan untuk membekap, sementara tangan kanannya menempelkan parang ke bagian leher korban.

‎Kemudian, aksi penyanderaan itu berhasil digagalkan oleh pihak keamanan, dan korban berhasil menyelamatkan diri.

‎Pada momen itu, pelaku berhasil ditangkap, lalu diserahkan ke kantor polisi setempat.

‎Insiden tersebut sontak menyita perhatian sebagian publik di media sosial, hingga mempertanyakan alasan di balik aksi penyanderaan di toko PS Store Medan tersebut.

‎Lantas, bagaimana kronologi kasus penyanderaan ini bermula hingga akhirnya viral di media sosial? Berikut ulasannya.

‎Cekcok Pegawai vs Pembeli 

‎Secara terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Poltak Tambunan membenarkan kasus penyanderaan karyawan toko handphone itu terjadi pada Jumat, 17 April 2026, sekitar 11.30 WIB.

‎Poltak menyebut, pelaku berinisial AP (28) yang merupakan warga Kecamatan Medan Marelan.

‎Saat itu, pelaku datang ke toko HP tersebut untuk berbicara dengan korban sebagai pegawai toko, berinisial A.

‎Tak lama kemudian, terjadi keributan di depan toko dan pelaku sempat mengeluarkan parang dari dalam tasnya.

‎”Selang berapa menit di depan toko ada keributan,” kata Poltak dalam keterangannya, pada Minggu, 19 April 2026.

‎Dalam insiden itu, Poltak menuturkan, pelaku sempat berteriak yang menyatakan dirinya telah tertipu oleh pihak toko handphone tersebut.

‎‎”Di situlah pelaku langsung mengambil parang yang telah di simpan dalam tas,” terang Poltak.

‎”Langsung mengancam korban dengan berkata ‘penipu kalian semua kembalikan uang aku’,” ungkapnya.

Dugaan Merugi Akibat Promo HP

‎Berdasarkan hasil pemeriksaan, Poltak menuturkan, pelaku mengaku nekat mengancam pegawai toko handphone menggunakan parang karena merasa kesal lantaran diduga tertipu oleh promo yang diberikan pihak toko.

‎Sebelumnya, pelaku diduga sempat melihat akun Tiktok toko HP terkait, memberikan harga promo untuk handphone ‘iPhone 13’, seharga Rp 2 juta.

‎Saat itu, pelaku langsung mengirimkan uang sebesar Rp 2 juta.

‎Kendati demikian, setelahnya, pihak toko diduga meminta jaminan uang lagi sebesar Rp3,5 juta kepada pelaku.

‎Dugaan total kerugian pelaku atau uang yang sudah ditransfer pelaku sekaligus pembeli HP di toko tersebut, mencapai Rp 10 juta.

‎”Pelaku pun mentransfer, dan terus dimintai lagi sampai kerugian pelaku sampai Rp 10 juta,” sebut Poltak.

‎Datang Lalu Mengecam Pihak Toko

‎Dalam insiden ini, pelaku diduga mendatangi langsung toko terkait lantaran HP yang dibelinya tak kunjung dikirimkan.

‎Terlebih, wanita tersebut mengaku telah mengirimkan uang sebesar Rp 10 juta, hingga akhirnya merasa tertipu.

‎Poltak menjelaskan, kedatangan pelaku ke toko untuk meminta uangnya dikembalikan, sambil mengancam pakai parang karena merasa tidak menemukan titik terang.

‎‎”Karena merasa kesal handphone yang sudah dipesan tidak kunjung datang, tidak dikirim oleh pihak toko hp ke pelaku,” terang Poltak.

‎”Pelaku datang ke toko untuk meminta balik uang yang telah dikirimnya dan langsung melakukan pengancaman,” tambahnya.

‎Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian setempat ihwal penyebab pasti kasus penyanderaan di toko HP wilayah Medan tersebut. (Bill)

Berita Terkait

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Penjelasan Walikota tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025, Apresiasi Pemko Raih WTP ke-14 Berturut-turut
Diduga Cemarkan Nama Baik, Manajemen HH Club Dipolisikan 
BP Batam dan Koarmada I Bahas Penguatan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI dan Manajemen Risiko Terintegrasi
Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap
Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi
Pertimbangkan Daya Saing Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas
Suplai Air di Taman Baloi hingga Sukajadi Terganggu, BP Batam Lakukan Perbaikan Darurat
Investasi Batam Tumbuh Pesat: Penataan Infrastruktur dan Penanganan Banjir Jadi Prioritas BP Batam

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:04 WIB

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Penjelasan Walikota tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025, Apresiasi Pemko Raih WTP ke-14 Berturut-turut

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:45 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik, Manajemen HH Club Dipolisikan 

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:29 WIB

BP Batam dan Koarmada I Bahas Penguatan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI dan Manajemen Risiko Terintegrasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:26 WIB

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:25 WIB

Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!