Kasus Penggerebekan Rumah Bidan di Pakem Sleman, Terungkap jadi Tempat Penitipan 11 Bayi Tanpa Izin Operasional

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Polresta Sleman gerebek rumah di Pakem yang jadi penitipan 11 bayi tanpa izin. (Unsplash/Omar Lopez)

Foto ilustrasi: Polresta Sleman gerebek rumah di Pakem yang jadi penitipan 11 bayi tanpa izin. (Unsplash/Omar Lopez)

Yogyakarta,lancangkuningnews.com – Penemuan sebuah rumah yang ternyata menjadi tempat penampungan 11 bayi di Wonokerso, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta tengah, tengah menjadi sorotan.

‎Polisi bersama dinas terkait menggerebek rumah tersebut setelah mendapat laporan dari warga sekitar yang janggal karena tiba-tiba banyak bayi yang dirawat pemilik rumah.

‎Pemilik rumah adalah seorang bidan berinisial ORP yang praktik di daerah Gamping, Sleman.

‎Setelah penggerebekan yang dilakukan pada 8 Mei 2026, terungkap bahwa penitipan di Gamping sudah berjalan selama 5 bulan, sedangkan penitipan di Pakem baru seminggu terakhir.

‎Awalnya Hanya Mengasuh 1 Bayi

‎Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengungkapkan bahwa bidan ORP awalnya hanya menerima seorang bayi untuk dirawatnya.

‎Dengan alasan tertentu, bayi tersebut kemudian dititipkan dan diterima oleh bidan sampai akhirnya ada 10 bayi yang dilahirkan di tempat praktiknya.

‎“Bayi itu dilahirkan di Banyuraden, Gamping dan awalnya adalah hanya satu orang yang melahirkan di sana, kemudian ibunya (orang tua bayi) yang pertama itu menitipkan kepada bidan tersebut untuk dirawat,” ungkap Wiwit kepada awak media pada Senin, 11 Mei 2026.

‎“Mungkin karena kemanusiaan dan alasan tertentu dari yang menitipkan itu bisa diterima oleh bidan itu. Tapi berkembang dari hal itu sampai ke 10 yang lain ini melahirkan di sana dan menitipkannya,” lanjutnya.

‎Polisi: Status Orang Tua Belum Menikah

‎Lebih lanjut, Wiwit menjelaskan ada beberapa alasan di balik menitipkan bayi-bayi tersebut, seperti karena pekerjaan atau mereka yang masih mahasiswa.

‎“Status orang tua saat ini, ya kita prihatin juga terhadap kondisi-kondisi yang ada di Jogja ini. Orang tuanya itu belum status menikah atau belum status kawin,” jelasnya.

‎“Sehingga untuk bayi ini mayoritas memang di luar pernikahan,” imbuhnya.

‎Bayar Penitipan Rp50.000 per Hari

‎Adapun biaya penitipan, Wiwit mengungkapkan bahwa orang tua bayi membayar Rp50 ribu per harinya.

‎“Ini membayar, jadi membayar satu harinya Rp50 ribu per anak. Kita belum tahu nih apakah dengan Rp50 ribu ini mencukupi atau tidak,” sambungnya.

‎Tak Ada Izin Penitipan Bayi

‎Mengenai izin penitipan bayi, Polisi memastikan bahwa pihak bidan ORP tidak berizin.

‎“Praktik kebidanannya ada izinnya, tapi untuk semacam penitipannya ini belum ada,” terang Wiwit.

‎“Karena seperti yang saya jelaskan tadi, mungkin (berawal) dari kemanusiaan satu orang. Namun karena getok tular atau apa, sehingga sepuluh yang lain mengikuti,” sambungnya.

‎Sementara itu, kondisi 11 bayi tersebut di antaranya membutuhkan penangan medis, sehingga ada 3 bayi yang dirawat di RSUD Sleman.

‎“11 bayi ini dievakuasi oleh Dinas Sosial. Tiga bayi kita rawat di RSUD (Sleman). Kemarin dua bayi diambil orang tuanya. Saat ini masih enam bayi yang dirawat di Dinas Sosial,” tuturnya.

‎Polisi juga turut memeriksa bidan ORP, pengasuh berinisial K (ibu dari bidan ORP), S (ayah dari bidan ORP), satu orang pembantu dan enam orang ibu kandung bayi-bayi tersebut.

‎Penyelidikan dan pendalaman masih terus dilakukan untuk mengetahui apakah ada pelanggaran lain dari praktik penitipan itu. (Bill)

Berita Terkait

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Penjelasan Walikota tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025, Apresiasi Pemko Raih WTP ke-14 Berturut-turut
Diduga Cemarkan Nama Baik, Manajemen HH Club Dipolisikan 
BP Batam dan Koarmada I Bahas Penguatan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI dan Manajemen Risiko Terintegrasi
Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap
Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi
Pertimbangkan Daya Saing Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas
Suplai Air di Taman Baloi hingga Sukajadi Terganggu, BP Batam Lakukan Perbaikan Darurat
Investasi Batam Tumbuh Pesat: Penataan Infrastruktur dan Penanganan Banjir Jadi Prioritas BP Batam

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:04 WIB

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Penjelasan Walikota tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025, Apresiasi Pemko Raih WTP ke-14 Berturut-turut

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:45 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik, Manajemen HH Club Dipolisikan 

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:29 WIB

BP Batam dan Koarmada I Bahas Penguatan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI dan Manajemen Risiko Terintegrasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:26 WIB

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:25 WIB

Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!