Batam, Lancangkuningnews.com – Tim gabungan akhirnya menemukan jenazah seorang pria yang diduga melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari Jembatan 5 Barelang, pada Rabu (25/3/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Nusyirwan (34), warga Kavling Permata Hijau, RT/RW 001/002, Tebing, Kabupaten Karimun. Ia lahir di Teluk Uma pada 20 Mei 1991.
Penemuan jenazah tersebut merupakan hasil pencarian hari ketiga yang dilakukan oleh Babinpotmar Posal Galang bersama tim Basarnas dan unsur kepolisian.
Berdasarkan laporan di lapangan, kegiatan pencarian dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan briefing dan pembagian dua tim penyisiran di perairan sekitar Jembatan 5 Barelang.
Selanjutnya, pada pukul 07.15 WIB, tim menerima laporan dari warga terkait adanya sesosok mayat yang terapung di perairan sekitar lokasi kejadian dengan koordinat 0°46’59.6″N 104°10’11.9″E.
Tak berselang lama, tepatnya pukul 07.20 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Babinpotmar Posal Galang, Basarnas, dan Polsek Galang langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah pria tersebut.
“Jenazah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan ciri-ciri mengenakan jaket hijau, kaos dalam hitam, celana levis hitam, serta menggunakan kalung dan cincin di jari tengah tangan kanan,” ujar petugas di lapangan.
Jenazah kemudian dibawa ke tepi pantai sekitar pukul 08.30 WIB sambil menunggu ambulans untuk selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara guna dilakukan autopsi.
Sementara itu, keterangan saksi bernama Andi, seorang pemancing asal Batam, menyebutkan bahwa sebelumnya ia mendengar teriakan anak-anak dari atas jembatan yang menginformasikan adanya seseorang terjun ke laut.
“Saya sempat mendengar suara percikan keras seperti benda besar jatuh ke laut, namun saya kira anak-anak hanya bercanda. Setelah itu saya melihat kepala korban sempat muncul ke permukaan sebelum akhirnya tenggelam kembali,” ungkapnya.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan tim gabungan dibubarkan. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan lancar.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika mengetahui adanya kejadian serupa guna mempercepat proses penanganan di lapangan.















