Geliat Properti Bali Meningkat, Keimigrasian Diminta Lebih Waspada

Senin, 5 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 605

Denpasar – Lancangkuningnews
Pertumbuhan pesat sektor properti dan pariwisata di Bali menuntut peningkatan pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing (WNA). Pasalnya, seiring lonjakan kunjungan wisatawan, pelanggaran keimigrasian juga ikut meningkat.

Bali sebagai destinasi wisata utama Indonesia mencatat rata-rata kedatangan 16–17 ribu wisatawan per hari pada April 2025 melalui 42 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Meski begitu, tingkat hunian hotel justru rendah. Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, menyebut perubahan profil wisatawan menjadi salah satu penyebab, di mana turis kini lebih memilih villa, homestay, atau guest house ketimbang hotel berbintang.

Selain itu, meningkatnya jumlah imigran dari Rusia dan Ukraina juga turut memengaruhi tren hunian. Ini menjadi perhatian serius, sebab data menunjukkan banyak kasus pelanggaran seperti overstay dan penyalahgunaan izin tinggal.

Selama lima tahun terakhir, Bali mengalami pertumbuhan signifikan di sektor infrastruktur wisata. Peningkatan jalan dan perluasan konektivitas—termasuk jaringan 5G dan transportasi digital—mendukung perkembangan kawasan baru seperti Nyanyi, Pererenan, dan Kedungu sebagai tujuan investasi properti.

Harga properti di Bali pun melonjak rata-rata 7% per tahun, dengan pendapatan sektor ini mencapai USD 142 juta pada 2024. Kawasan Nyanyi tercatat sebagai wilayah dengan lonjakan harga tanah tertinggi, hingga Rp8 juta per meter persegi.

Namun, lonjakan wisatawan (6,33 juta pada 2024) menimbulkan tekanan serius pada infrastruktur, seperti kemacetan, pengelolaan sampah, dan keterbatasan air, khususnya di Kuta, Ubud, dan Seminyak. Gentrifikasi pun mulai mengubah wajah demografis kawasan tersebut.

Melihat dinamika ini, Ir. H. Abdullah Rasyid, ME menekankan pentingnya sinergi antara sistem pengawasan imigrasi dengan sistem manajemen destinasi wisata Bali. Hal ini dinilai perlu untuk meningkatkan keakuratan pemantauan dan menjaga kedaulatan hukum Indonesia di tengah maraknya aktivitas WNA di Bali.

 

Berita Terkait

Maxim Perkuat Komitmen Dukung Pelaku Usaha Lokal dan Perekonomian Daerah
Menuju Ruang Digital yang Aman, Sehat, dan Edukatif bagi Anak Indonesia
Komitmen CSR Berkelanjutan, PLN Batam Borong Penghargaan Nasional
Teror Militer Israel terhadap Relawan Indonesia di Siprus, Dinilai Tak Goyahkan Perjuangan Warga Palestina
Usai Kontroversi Dewan Juri LCC MPR, Muncul Desakan Permohonan Maaf Secara Terbuka Agar Pejabat Belajar Tanggung Jawab ‎
KLH Tidak Menutupi, Akan Proses PT Gandasari Shipyard Bintan Secara Profesional  Berintegritas
Menteri LH Jumhur Berkomitmen Memperkuat Perlindungan Lingkungan Hidup
Teguh Santosa, Media Siber Harus Jadi Katalis Pendidikan Nasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:07 WIB

Maxim Perkuat Komitmen Dukung Pelaku Usaha Lokal dan Perekonomian Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:29 WIB

Menuju Ruang Digital yang Aman, Sehat, dan Edukatif bagi Anak Indonesia

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:33 WIB

Komitmen CSR Berkelanjutan, PLN Batam Borong Penghargaan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:16 WIB

Teror Militer Israel terhadap Relawan Indonesia di Siprus, Dinilai Tak Goyahkan Perjuangan Warga Palestina

Senin, 18 Mei 2026 - 10:38 WIB

Usai Kontroversi Dewan Juri LCC MPR, Muncul Desakan Permohonan Maaf Secara Terbuka Agar Pejabat Belajar Tanggung Jawab ‎

Berita Terbaru

error: Content is protected !!