Menuju Ruang Digital yang Aman, Sehat, dan Edukatif bagi Anak Indonesia

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menuju Ruang Digital yang Aman, Sehat, dan Edukatif bagi Anak Indonesia (dok/photo)

Menuju Ruang Digital yang Aman, Sehat, dan Edukatif bagi Anak Indonesia (dok/photo)

Jakarta – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa banyak manfaat bagi masyarakat, namun juga menghadirkan berbagai tantangan, terutama bagi anak-anak.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam Forum Diskusi Publik bertema “Ruang Digital Anak Aman dan Sehat” yang menghadirkan pegiat literasi digital dan anggota DPR RI sebagai narasumber.

Pegiat Literasi Digital, Drs. Gun Gun Siswandi, M.Si, mengatakan bahwa tingginya penetrasi internet di Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital agar penggunaan internet dapat memberikan manfaat yang optimal, khususnya bagi generasi muda.

“Berdasarkan survei APJII tahun 2026, jumlah penduduk Indonesia yang terkoneksi internet mencapai 235.261.078 jiwa atau sekitar 81,72 persen dari total populasi. Data ini harus dimanfaatkan dengan baik melalui peningkatan kapasitas di bidang internet dan literasi digital agar anak-anak memperoleh konten yang sesuai usia serta memberikan nilai tambah bagi pengelolaan internet di Indonesia,” ujarnya Selasa, (23/6).

Gun Gun juga mengungkapkan bahwa anak-anak menjadi kelompok yang sangat aktif dalam penggunaan internet. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 48 persen pengguna internet di Indonesia merupakan anak-anak di bawah usia 18 tahun. Selain itu, lebih dari 80 persen anak mengakses internet setiap hari dengan durasi rata-rata mencapai tujuh jam.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena masih banyak risiko yang mengintai anak di ruang digital. Ia menyinggung pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital yang menyebut hampir 200 ribu anak Indonesia terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak berusia di bawah 10 tahun.

“Kondisi ini mengharuskan kita semua untuk melakukan langkah antisipasi agar anak-anak terbebas dari berbagai ancaman di ruang digital, seperti perundungan siber, judi online, pornografi, dan berbagai konten negatif lainnya. Ini menjadi tugas bersama pemerintah, masyarakat, keluarga, termasuk Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE),” kata Gun Gun.

Sementara itu, Dr. H. Sukamta, Anggota DPR RI, menilai teknologi digital merupakan hasil dari revolusi industri yang telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Bahkan, menurutnya, saat ini dunia telah memasuki era revolusi industri berikutnya yang ditandai dengan berkembangnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Teknologi digital telah memberikan banyak manfaat, mulai dari menghubungkan masyarakat, mempertemukan pasar dengan produsen, hingga mempermudah akses terhadap pengetahuan. Semua itu kini dapat dilakukan dengan sangat mudah melalui telepon genggam,” ujarnya.

Meski demikian, Sukamta mengingatkan bahwa kemajuan teknologi juga memiliki dampak negatif yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah menurunnya keterampilan sosial akibat interaksi yang lebih banyak dilakukan melalui dunia digital.

“Salah satu dampak buruknya adalah membuat seseorang kehilangan keterampilan sosial, menjadi kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Semua persoalan yang ada di dunia nyata juga ada di dunia maya, seperti penipuan, judi online, pinjaman online ilegal, pornografi, dan berbagai bentuk kejahatan lainnya. Risiko ini tidak hanya mengancam anak-anak, tetapi juga orang dewasa,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Sukamta berharap ruang digital di Indonesia dapat menjadi tempat yang aman dan sehat bagi seluruh masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran individu dan keluarga dalam menciptakan ekosistem digital yang positif.

“Perilaku kita sendiri menjadi faktor terbesar yang menentukan aman atau tidaknya ruang digital. Orang tua perlu memantau dan memahami aktivitas anak-anak di dunia digital, serta membangun dialog yang terbuka agar mereka terdorong memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang positif dan bermanfaat,” tutupnya.

Forum diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi digital dan pengawasan terhadap aktivitas anak di internet, sehingga tercipta ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi generasi penerus bangsa.

Berita Terkait

Update Kasus Suap Proyek DJKA, Oknum Kepala Balai Kemenhub Diduga Terlibat Gratifikasi sebagai Pihak Pemberi
Komitmen CSR Berkelanjutan, PLN Batam Borong Penghargaan Nasional
Teror Militer Israel terhadap Relawan Indonesia di Siprus, Dinilai Tak Goyahkan Perjuangan Warga Palestina
Kronologi Anggota DPRD Jember Terciduk Main Gim di Tengah Rapat hingga Picu Teguran Keras dari Partai‎
Usai Kontroversi Dewan Juri LCC MPR, Muncul Desakan Permohonan Maaf Secara Terbuka Agar Pejabat Belajar Tanggung Jawab ‎
Promedia Group Gelar BRI CoreLab 2026 di Kampus UNJ, Ajak Mahasiswa Tingkatkan Skill Bikin Konten di Medsos‎
KLH Tidak Menutupi, Akan Proses PT Gandasari Shipyard Bintan Secara Profesional  Berintegritas
Kasus Penyekapan 3 Balita di Bandung, Polisi Bongkar Ayah Kandung Jadi Terduga Pelakunya

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:29 WIB

Menuju Ruang Digital yang Aman, Sehat, dan Edukatif bagi Anak Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:30 WIB

Update Kasus Suap Proyek DJKA, Oknum Kepala Balai Kemenhub Diduga Terlibat Gratifikasi sebagai Pihak Pemberi

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:33 WIB

Komitmen CSR Berkelanjutan, PLN Batam Borong Penghargaan Nasional

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:16 WIB

Teror Militer Israel terhadap Relawan Indonesia di Siprus, Dinilai Tak Goyahkan Perjuangan Warga Palestina

Senin, 18 Mei 2026 - 10:42 WIB

Kronologi Anggota DPRD Jember Terciduk Main Gim di Tengah Rapat hingga Picu Teguran Keras dari Partai‎

Berita Terbaru

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama (dok/photo)

Pilihan Editor

Jaga Fasilitas Publik, Cegah Risiko dan Lindungi Keselamatan Bersama

Selasa, 23 Jun 2026 - 22:44 WIB

error: Content is protected !!