Gakkum LH Diuji di Kasus Gandasari, Mahasiswa Minta Ketegasan

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 706

BINTAN – Aliansi Cipayung Mahasiswa Tanjungpinang–Bintan terus mendesak penegakan hukum yang lebih tegas dalam kasus dugaan pelanggaran lingkungan oleh PT Gandasari Shipyard di pesisir Bintan. Mereka meminta Direktorat Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (Gakkum LH) segera mengambil langkah konkret.

Desakan ini disampaikan menyusul belum adanya kejelasan tindak lanjut atas dugaan aktivitas yang sempat berlangsung meski telah dilakukan penyegelan.

Ketua HIMA PERSIS Tanjungpinang–Bintan, Muhammad Zhein Noor Ramadhan, menegaskan bahwa Gakkum LH tidak boleh lamban dalam merespons temuan di lapangan.

“Kalau dugaan pelanggaran ini benar, Gakkum harus segera bertindak. Jangan sampai ada kesan pembiaran karena tidak ada langkah nyata,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menilai, indikasi pelanggaran yang mencakup aktivitas di luar izin hingga dugaan pelanggaran segel merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan hukum yang tegas.

“Ini bukan pelanggaran biasa. Kalau benar terjadi berlapis, maka penegakan hukumnya juga harus tegas dan terbuka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Zhein menyatakan bahwa jika penanganan kasus ini tidak menunjukkan perkembangan yang jelas, maka aparat penegak hukum lain perlu mengambil peran.

“Kalau Gakkum tidak bergerak atau penanganannya tidak transparan, maka sudah seharusnya aparat lain, termasuk Bareskrim, turun untuk memastikan penegakan hukum berjalan,” katanya.

Senada, Ketua GMNI Tanjungpinang–Bintan, Gabriel Renaldi Hutauruk, menilai bahwa keterlibatan aparat penegak hukum yang lebih luas penting untuk menjaga kepercayaan publik.

“Penegakan hukum tidak boleh berhenti di satu institusi saja. Kalau ada indikasi mandek, maka perlu ada langkah dari aparat lain agar kasus ini tidak berlarut-larut,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa transparansi menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam penanganan kasus ini.

“Publik berhak tahu perkembangan penanganan kasus ini. Jangan sampai muncul kesan bahwa pelanggaran yang terjadi tidak ditindak secara serius,” kata Gabriel.

Aliansi Cipayung mendesak agar Gakkum LH segera melakukan penelusuran menyeluruh, termasuk verifikasi lapangan dan pemeriksaan dokumen perizinan, serta menyampaikan hasilnya secara terbuka.

Mereka juga meminta agar sanksi dijatuhkan sesuai ketentuan apabila terbukti terjadi pelanggaran, baik administratif maupun pidana.

“Ini soal kepastian hukum. Jangan sampai pelanggaran yang sudah terlihat justru tidak diikuti dengan tindakan tegas,” tutupnya. (Red)

Berita Terkait

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam
Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari
Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan
Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid, General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton dan Penumpang Capai 7,5 Juta Orang
BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik
RSBP Batam Raih Penghargaan Indonesia Excellent Hospital
BP Batam Resmi Buka Kembali Jalan Gajah Mada Lebih Cepat dari Target

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 12:47 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:42 WIB

BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid, General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton dan Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Berita Terbaru

Batam

Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 07:57 WIB