Tembilahan, 5 Mei 2026 – Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang kerap bergerak tak menentu, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menghadirkan sebuah ikhtiar nyata melalui Gerakan Pangan Murah. Bukan sekadar program, melainkan wujud kepedulian agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar dengan lebih terjangkau.
Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan di GOR Tasik Gemilang, Kecamatan Tembilahan, Selasa (5/5/2026). Kehadirannya menjadi penegasan bahwa setiap kebijakan harus menyentuh kehidupan masyarakat, tidak berhenti pada perencanaan semata.
Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian bersama Tim Penggerak PKK ini menghadirkan bahan pokok dengan harga di bawah pasaran, sebagai upaya menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.
Dalam arahannya, Katerina Susanti menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus diperluas, agar manfaatnya mengalir lebih jauh, menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai kecamatan.
“Harga yang dijual di sini lebih rendah dari pasaran karena adanya bantuan pemerintah, dan ke depan kegiatan ini juga akan kita laksanakan di kecamatan lain agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya serta tetap mengikuti aturan dari petugas agar pelaksanaan berjalan tertib,” ujarnya.
Sementara itu, Murni menyikapi kegiatan ini sebagai cerminan hadirnya pemerintah dalam denyut kehidupan masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah bagian dari upaya kita menjaga keseimbangan, antara kebutuhan masyarakat dan kemampuan untuk menjangkaunya. Pemerintah hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui langkah nyata yang dapat dirasakan langsung,” ungkap Murni.
Ia juga menambahkan bahwa keberlanjutan program menjadi kunci agar manfaatnya tidak hanya sesaat, tetapi mampu memberi dampak jangka panjang.
“Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi momen, tetapi menjadi gerakan bersama yang terus hidup, tumbuh, dan menjangkau lebih luas. Di situlah makna kehadiran pemerintah benar-benar terasa,” tambahnya.
Dalam peninjauan tersebut, Katerina Susanti juga berdialog dengan masyarakat, mendengar cerita dan kebutuhan yang tak selalu tertuang dalam angka, tetapi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Gerakan Pangan Murah pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan distribusi bahan pokok. Ia adalah ruang pertemuan antara harapan dan kebijakan, antara kebutuhan dan kepedulian, sebuah langkah kecil yang diharapkan mampu menjaga ketenangan di tengah gejolak harga.(Adv-THONK)















