Dampak Terhadap Perekonomian, Warga Desa Pusaran dan Pengalihan Desak Pemerintah Berantas Hama Kumbang

Jumat, 10 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 697

Inhil lancangkuningnews.com. Batam – Sekitar 80 persen kebun kelapa di Desa Pusaran dan Desa Pengalihan, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, mengalami kerusakan parah akibat serangan hama kumbang.

Serangan ini telah menyebabkan sekitar 35 ribu batang pohon kelapa yang sebelumnya produktif kini tidak lagi menghasilkan buah dan terancam mati.

Warga menduga kemunculan hama ini dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan oleh salah satu perusahaan sawit di wilayah tersebut. “Setelah perusahaan membuka lahan, hama mulai menyerang kebun kami.

Sudah berkali-kali kami mengadukan masalah ini, tetapi belum ada tindakan nyata dari perusahaan maupun pemerintah,” ungkap Ramli, salah satu warga Desa Pengalihan.

Sismoyo, warga lainnya, menambahkan bahwa serangan hama kumbang ini sangat berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Sebelum serangan hama, penghasilan kami bisa mencapai Rp10 juta per bulan, sekarang hanya sekitar Rp2 juta. Banyak anak-anak yang putus sekolah karena orangtua mereka tidak mampu lagi membiayainya,” keluhnya.

Menurut laporan Dinas Perkebunan, lebih dari 3.000 batang kelapa telah mati, sementara puluhan ribu batang lainnya dalam kondisi kritis. Kendati pihak dinas sudah memberikan peringatan kepada perusahaan terkait, hingga kini belum ada upaya konkret yang dilakukan untuk mengendalikan hama tersebut.

Warga berharap pemerintah, termasuk Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian, turun tangan menangani persoalan ini. Mereka juga mendesak perusahaan sawit yang dianggap bertanggung jawab untuk memberikan ganti rugi dan segera melakukan pengendalian hama.

“Jika terus dibiarkan tanpa solusi, kami akan mengambil langkah hukum. Kami hanya ingin kebun kelapa kami kembali normal karena ini sumber utama penghidupan kami,” tegas Ramli.

Bagi warga Desa Pusaran dan Desa Pengalihan, harapan kini tertuju pada tindakan cepat pemerintah dan perusahaan agar kerusakan kebun kelapa tidak semakin parah. Tanpa solusi segera, dampak ekonomi yang dialami warga akan semakin berat.

(Mhd)

Berita Terkait

DPRD Inhil Setujui Perubahan APBD 2026, Pemkab Sampaikan Pendapat Akhir Bupati
Iwan Taruna Hadiri Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI Tahun 2026
Sekda Tantawi Jauhari Wakili Bupati Inhil Sampaikan Penjelasan Perubahan APBD 2026
DPRD Inhil Gelar Paripurna Penyampaian Ranperda Perubahan APBD 2026
DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Ke-18 Masa Persidangan VI Tahun Sidang 2026
Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil Hadiri Puncak Hari Anak Nasional 2026
DKUPP Inhil Buka Posko Pengaduan Mafia Lapak dengan QR Code
Tekanan Fiskal Menguat, Iwan Taruna Dorong APBD 2027 Inhil Lebih Selektif dan Berpihak

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:23 WIB

DPRD Inhil Setujui Perubahan APBD 2026, Pemkab Sampaikan Pendapat Akhir Bupati

Selasa, 29 September 2026 - 18:24 WIB

Iwan Taruna Hadiri Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI Tahun 2026

Selasa, 29 September 2026 - 00:22 WIB

Sekda Tantawi Jauhari Wakili Bupati Inhil Sampaikan Penjelasan Perubahan APBD 2026

Selasa, 29 September 2026 - 00:17 WIB

DPRD Inhil Gelar Paripurna Penyampaian Ranperda Perubahan APBD 2026

Jumat, 25 September 2026 - 08:29 WIB

DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Ke-18 Masa Persidangan VI Tahun Sidang 2026

Berita Terbaru