Amsakar: Masa Depan Batam Ditentukan Daya Saing SDM

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam, Sabtu (9/5/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam, Sabtu (9/5/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM

Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa masa depan Kota Batam sangat ditentukan oleh kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM). Karena itu, Pemerintah Kota Batam terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kompetensi warga sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batam Kota di Aula Politeknik Batam, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang diikuti 520 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan tematik di tingkat kelurahan.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batam Erdawati Firmansyah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Batam, jajaran camat dan lurah se-Kecamatan Batam Kota.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa pembangunan Kota Batam tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, terdapat tiga substansi utama pembangunan yang menjadi fokus Pemerintah Kota Batam, yakni penyediaan infrastruktur dasar, peningkatan fasilitas yang telah tersedia seiring pertumbuhan penduduk, serta pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat termarginalkan.

“Pemberdayaan masyarakat adalah tentang peningkatan kompetensi dan kecakapan. Melalui pelatihan ini, kita ingin ekonomi keluarga ikut meningkat,” ujar Amsakar.

Ia mencontohkan, melalui peningkatan keterampilan, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga, termasuk dalam pengelolaan sampah rumah tangga yang bernilai ekonomis.

Amsakar juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, terus memfokuskan APBD pada program perlindungan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, hingga perlindungan sosial.

Di bidang pendidikan, Pemko Batam menjalankan program seragam sekolah gratis dan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Sementara di sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Batam saat ini telah mencapai 98,2 persen.

Pada sektor ekonomi dan UMKM, Pemko Batam memberikan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku usaha kecil, dengan rencana peningkatan plafon pinjaman menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal, seperti penambang pancung, penarik becak, dan pengemudi ojek online, serta insentif bagi lanjut usia.

“Investasi pada SDM memang hasilnya tidak instan. Mungkin baru terlihat 25 tahun mendatang. Namun, ini jauh lebih penting karena masa depan Batam bergantung pada daya saing manusianya,” katanya.

Amsakar turut mengapresiasi camat dan lurah di Kecamatan Batam Kota yang dinilai mampu mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat secara efektif dan efisien.

Adapun kegiatan pemberdayaan tersebut meliputi pelatihan daur ulang sampah rumah tangga di Kelurahan Baloi Permai dan Teluk Tering, pelatihan peningkatan kompetensi kader Posyandu di Kelurahan Belian, Sungai Panas, dan Taman Baloi, serta pelatihan Bina Keluarga Balita (BKB) dasar di Kelurahan Sukajadi.

Sejalan dengan program lingkungan, Bank Sampah Unit juga telah terbentuk di seluruh kelurahan se-Kecamatan Batam Kota dengan total 762 anggota. Hingga saat ini, gerakan pemilahan sampah berhasil mengumpulkan 12.129 kilogram sampah bernilai ekonomis dengan nilai mencapai Rp20,7 juta.

Salah seorang peserta dari Kelurahan Belian, Lita, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selain menambah pengetahuan tentang kesehatan anak di Posyandu, kami juga belajar mengelola ekonomi keluarga dengan lebih baik,” ujarnya.(adv-bd)

Berita Terkait

Kejar Target 100 Persen, Pemkab Anambas dan BPS Matangkan Strategi Sensus Ekonomi 2026
Peduli Lingkungan, Polsek Jemaja dan Masyarakat Kompak Bersihkan Pantai Teluk Kumbik
Anambas Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran Dana Desa se-Kepri.
Putri Anambas Resmi Sandang Gelar Dokter, Bupati Aneng: Investasi Terbaik Adalah SDM
Jelang Porprov Kepri, KONI Anambas Cek Kesiapan Venue Olahraga.
FPK Karimun Gelar Penyerahan Sembako, Perkuat Pembauran Antar-Suku
Bupati Karimun Buka Turnamen Sepak Bola IPB Cup IX di Pulau Buru, Dorong Lahirnya Talenta Baru dan Sport Tourism
Klarifikasi Terkait Foto yang Dikaitkan dengan Isu Dugaan Penculikan Anak di Jemaja, Pembuat Editan Minta Maaf

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:47 WIB

Kejar Target 100 Persen, Pemkab Anambas dan BPS Matangkan Strategi Sensus Ekonomi 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:33 WIB

Peduli Lingkungan, Polsek Jemaja dan Masyarakat Kompak Bersihkan Pantai Teluk Kumbik

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:21 WIB

Anambas Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran Dana Desa se-Kepri.

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Putri Anambas Resmi Sandang Gelar Dokter, Bupati Aneng: Investasi Terbaik Adalah SDM

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:11 WIB

Jelang Porprov Kepri, KONI Anambas Cek Kesiapan Venue Olahraga.

Berita Terbaru

error: Content is protected !!