TEMBILAHAN — Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Iwan Taruna, S.T., M.Si., menilai komunikasi dan sinergi antarunsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri coffee morning yang digelar Bupati Inhil H. Herman bersama jajaran Forkopimda di Aula Makodim 0314/Inhil, Tembilahan, Senin (14/9/2026) pagi.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda, di antaranya Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna, Kepala Pengadilan Agama Tembilahan, Kepala Kejaksaan Negeri Inhil, Kapolres Inhil, serta Dandim 0314/Inhil yang diwakili Kasdim Mayor Inf J. H. Haloho dan sejumlah pejabat terkait.
Dalam forum tersebut, berbagai isu daerah menjadi perhatian bersama, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), inflasi dan harga kebutuhan pokok, ketahanan pangan hingga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Iwan Taruna mengatakan, coffee morning menjadi ruang penting untuk bertukar informasi sekaligus menyatukan langkah antara pemerintah daerah, DPRD dan unsur Forkopimda.
“Menurut saya, forum seperti ini sangat baik. Kita bisa saling bertukar informasi, menyampaikan kondisi di lapangan dan mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Iwan.
Menurutnya, sejumlah persoalan daerah tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja. Karena itu, diperlukan koordinasi dan kerja bersama agar langkah yang diambil pemerintah dapat berjalan efektif.
“Persoalan karhutla, ekonomi, ketahanan pangan dan kamtibmas membutuhkan kerja bersama, bukan kerja sendiri-sendiri,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa hasil pertemuan tidak boleh berhenti pada diskusi. Setiap persoalan yang dibahas harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan.
“Yang terpenting bukan hanya bagaimana kita berdiskusi, tetapi bagaimana hasil pembahasan ini bisa diterjemahkan menjadi langkah nyata. Masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah yang mampu bekerja, cepat merespons dan memberikan solusi,” katanya.
Iwan menambahkan, meski kondisi karhutla di Inhil masih terkendali, kewaspadaan harus terus ditingkatkan. Koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk mencegah persoalan berkembang dan berdampak lebih luas terhadap masyarakat.
Ia berharap coffee morning dapat menjadi agenda yang terus dilaksanakan secara rutin dan tidak sekadar menjadi forum silaturahmi.
“Ketika rakyat menghadapi persoalan, yang dibutuhkan bukan sekadar siapa yang paling banyak berbicara, tetapi siapa yang mampu duduk bersama, mengambil keputusan dan bekerja. Kursi boleh berbeda, kewenangan boleh berbeda, tetapi kepentingan rakyat harus tetap menjadi satu arah,” pungkas Iwan Taruna. (Thonk)















