Oknum Pimpinan Ponpes di Buaran Pekalongan Diduga Cabuli Santriwati, Ditangkap Polisi saat Hari Raya Idul Adha

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi pelecehan seksual: Heboh oknum pimpinan ponpes di Buaran, Pekalongan diduga cabuli santriwati. (Freepik/Freepik)

Foto ilustrasi pelecehan seksual: Heboh oknum pimpinan ponpes di Buaran, Pekalongan diduga cabuli santriwati. (Freepik/Freepik)

Jawa Tengah,lancangkuningnews.com – Viral di media sosial video detik-detik penangkapan oknum pimpinan pondok pesantren (ponpes) diamankan oleh kepolisian.

‎Terungkap bahwa oknum pimpinan ponpes tersebut berasal dari salah satu pondok di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang berinisial A (55).

‎Penangkapan tersebut berdasarkan dugaan tindakan pencabulan yang dilakukan oleh A kepada beberapa santriwatinya.

‎Dalam video yang beredar di berbagai platform media sosial, kepolisian dari Polres Pekalongan Kota menjemput A yang mengenakan peci serta baju koko warna putih dan langsung menggiring untuk masuk ke mobil polisi.

‎Ditangkap saat Hari Raya Idul Adha

‎Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi membenarkan bahwa oknum pimpinan ponpes atau terduga pelaku tersebut telah diamankan pada Rabu pagi, 27 Mei 2026.

‎Proses penangkapan dilakukan sekitar pukul 06.30 WIB saat akan melangsungkan salat Idul Adha.

‎“Sudah kami amankan pelaku yang diduga melakukan pelecehan seksual. Terduga merupakan salah satu pendiri pondok pesantren di wilayah Buaran,” kata Riki kepada awak media pada Rabu, 27 Mei 2026.

6 Santriwati Laporkan A, Korban Kemungkinan Bertambah

‎Lebih lanjut, Riki mengungkapkan bahwa sudah ada laporan yang masuk ke pihak berwajib dari 6 santriwati.

‎Namun, menurutnya laporan tersebut akan bertambah seiring dugaan korban lebih dari 6 orang.

‎“Informasinya ada 6 korban, tapi tadi kami mendapat informasi dari penyidik ada beberapa korban yang akan melapor lagi,” jelasnya.

‎Modus Pelecehan hingga Ketakutan Korban untuk Melapor

‎Penyelidikan awal mengungkap bahwa tindakan dugaan pencabulan terjadi pada 2 hingga 3 tahun lalu.

‎Modus yang digunakan oleh terduga pelaku adalah meminta pijat pada korban saat mereka masih menjadi santri.

‎‎“Saat ada kesempatan, si pelaku minta dipijat dengan disentuh bagian kemaluannya,” terang Riki.

‎Para korban tersebut tidak berani melapor karena diduga ada ancaman dan intimidasi di lingkungan ponpes.

‎“Mereka diancam, ditakut-takuti apabila melapor mungkin akan dianiaya, disakiti dan sebagainya. Pelaku ini cukup keras kepada korban,” sambungnya.

‎Kasus dugaan pelecehan oleh oknum pimpinan ponpes di Buaran, Pekalongan ini kembali menambah daftar kasus serupa yang beberapa waktu terakhir menggemparkan dan jadi sorotan publik. (Bill)

Penulis : Abil

Berita Terkait

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Penjelasan Walikota tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025, Apresiasi Pemko Raih WTP ke-14 Berturut-turut
Diduga Cemarkan Nama Baik, Manajemen HH Club Dipolisikan 
BP Batam dan Koarmada I Bahas Penguatan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI dan Manajemen Risiko Terintegrasi
Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap
Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi
Pertimbangkan Daya Saing Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas
Suplai Air di Taman Baloi hingga Sukajadi Terganggu, BP Batam Lakukan Perbaikan Darurat
Investasi Batam Tumbuh Pesat: Penataan Infrastruktur dan Penanganan Banjir Jadi Prioritas BP Batam

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:04 WIB

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Penjelasan Walikota tentang Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2025, Apresiasi Pemko Raih WTP ke-14 Berturut-turut

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:45 WIB

Diduga Cemarkan Nama Baik, Manajemen HH Club Dipolisikan 

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:29 WIB

BP Batam dan Koarmada I Bahas Penguatan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI dan Manajemen Risiko Terintegrasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:26 WIB

Perbaikan Pipa Simpang Plamo-Kepri Mall Rampung, Aliran Air Mulai Didistribusikan Bertahap

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:25 WIB

Investasi Batam Lampaui Target, Data Centre Jadi Jantung Baru Ekonomi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!