WNI Relawan GSF Hendro Prasetyo Bongkar Aksi Pengecut Militer Israel, Sebut Kebaikan yang Terlihat Justru Jadi Penderitaan‎

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyoroti kronologi kasus penyiksaan tentara Israel terhadap para relawan GSF yang sempat viral di medsos. (Instagram.com/@inhforhumanity)

Menyoroti kronologi kasus penyiksaan tentara Israel terhadap para relawan GSF yang sempat viral di medsos. (Instagram.com/@inhforhumanity)

Lancangkuningnews.com – Kejadian penangkapan relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang sempat viral di media sosial, kini sudah sepekan berlalu.

‎Peristiwa mencekam yang dialami setidaknya 9 warga negara Indonesia (WNI) dalam aksi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina itu kini masih menjadi perbincangan publik.

‎Hendro Prasetyo, salah satu WNI Relawan GSF yang berhasil selamat dari insiden itu, menceritakan detik-detik tentara Israel yang semula datang dengan damai, justru berperilaku keji terhadap mereka.

‎Dalam unggahan Instagram @inhforhumanity, pada Selasa, 26 Mei 2026, Hendro membongkar kejadian mengerikan yang dialami para aktivis kemanusiaan setelah kamera dimatikan dan dihancurkan oleh tentara Israel.

‎Mulanya, Hendro menceritakan pengalaman pahitnya mulai dari penyitaan paksa hingga perusakan kapal secara brutal, saat insiden terjadi.

‎”Kamera itu pasti dihancurkan oleh (pasukan) Israel, dan seluruh aktivis itu dipindahkan dari kapal ke speedboat-nya mereka,” tuturnya.

‎Hendro menyebut, hal selanjutnya yang dilakukan oleh pasukan Israel, yakni penghancuran kapal dan seluruh barang-barang yang ada di kapal.

‎”Mulai dari kacanya dihancurkan, layarnya dirobek, pokoknya dibuat sampai kapalnya hanyut,” ungkapnya.

‎Saat Tentara Israel Cari Kapten Kapal

‎Dalam insiden itu, Hendro mengingat berapa kejamnya deraan tentara Israel yang tidak terekam kamera kapal.

‎Kala itu, mereka diancam menggunakan senjata berpeluru karet untuk mengungkap kapten kapal GSF tersebut.

‎Kendati demikian, Hendro memastikan dirinya dengan teguh tidak memberi tahu kapten kapal, untuk keselamatan bersama.

‎”Jadi prinsip kita saat itu, kita tidak boleh memberi tahu siapa kapten kapal kita ya,” terangnya.

‎”Saat itu, mereka memaksa untuk mencari tahu siapa kaptennya,” imbuh Hendro.

‎Hendro lantas menuturkan, kala itu ada yang mengaku dirinya sebagai kapten kapal, dan lantas mendapat tembakan dari tentara Israel.

‎”Ketika salah satu dari kita berdiri untuk mengakui sebagai kapten, dia ditembak dengan peluru karet,” ungkapnya.

‎”Penyiksaan mereka mulai dari situ, ketika tidak ada pengakuan, terjadi penembakan untuk menakuti mental,” sambung Hendro.

‎Siksaan di Dalam Kontainer Kapal

‎Di sisi lain, Hendro mengungkapkan aksi penyiksaan fisik dan mental di dalam kontainer kapal, termasuk penganiayaan dan penyetruman.

‎”Kemudian kami dibawa ke penjara, dan saat itu saya masih berada di kapal Israel dan penyiksaan dimulai di dalam kontainer. Kalau saya, disetrum karena badan kecil,” jelasnya.

‎”Bayangkan, saat itu di ruangan gelap dan tentara Israel yang berbadan besar menendang-nendang. Itu pasti yang dirasakan anak-anak Palestina,” sambung Hendro.

‎Lebih lanjut, Hendro mengungkap bagaimana pihak Israel memanipulasi informasi publik dengan membuat narasi propaganda palsu seolah-olah mereka memberikan bantuan dan perlakuan baik.

‎Padahal, hal tersebut hanyalah siasat licik untuk menutupi kekejaman serta penderitaan nyata yang disembunyikan di balik layar.

‎”Perlu diingat, kebaikan yang terlihat bagi mereka adalah penderitaan. Bukan hanya kami yang merasakan, tapi juga buat yang tidak merasakannya,” tegas Hendro.

‎”Hal itu karena mereka dapat informasi yang salah, contohnya saat mereka menginformasikan tengah membantu (para relawan), padahal sebenarnya mereka sedang menyiksa,” tukasnya. (Bill)

Penulis : Abil

Berita Terkait

Anambas Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran Dana Desa se-Kepri.
Putri Anambas Resmi Sandang Gelar Dokter, Bupati Aneng: Investasi Terbaik Adalah SDM
Jelang Porprov Kepri, KONI Anambas Cek Kesiapan Venue Olahraga.
FPK Karimun Gelar Penyerahan Sembako, Perkuat Pembauran Antar-Suku
Bupati Karimun Buka Turnamen Sepak Bola IPB Cup IX di Pulau Buru, Dorong Lahirnya Talenta Baru dan Sport Tourism
APPEKNAS Siap Gelar MUNAS IV, Usung Transformasi Kontraktor Nasional Menuju Industri Konstruksi Modern
Bupati Aneng Gandeng KKP RI, Program Kampung Nelayan Merah Putih Disiapkan untuk Anambas
SEKDA ANAMBAS TEKANKAN KOMITMEN PEMERINTAH DAERAH MENJAGA KEBERLANJUTAN LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:21 WIB

Anambas Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran Dana Desa se-Kepri.

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Putri Anambas Resmi Sandang Gelar Dokter, Bupati Aneng: Investasi Terbaik Adalah SDM

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:11 WIB

Jelang Porprov Kepri, KONI Anambas Cek Kesiapan Venue Olahraga.

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:15 WIB

Bupati Karimun Buka Turnamen Sepak Bola IPB Cup IX di Pulau Buru, Dorong Lahirnya Talenta Baru dan Sport Tourism

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:25 WIB

APPEKNAS Siap Gelar MUNAS IV, Usung Transformasi Kontraktor Nasional Menuju Industri Konstruksi Modern

Berita Terbaru

error: Content is protected !!