Gus Miftah Ajak Masyarakat Bangun Harmoni Antar Umat Beragama dalam Acara ‘Peluk Indonesia 2026’ di Bali

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendakwah, Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah beri pesan toleransi antar umat beragama dalam acara ‘Peluk Indonesia 2026’ di Bali.

Pendakwah, Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah beri pesan toleransi antar umat beragama dalam acara ‘Peluk Indonesia 2026’ di Bali.

Bali,lancangkuningnews.com – Pendakwah, Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah mengajak masyarakat agar senantiasa menjaga semangat persatuan di tengah keberagaman.

‎Hal itu disampaikan Gus Miftah dalam acara Peluk Indonesia 2026 bertema “Beda Iman, Saling Menguatkan” yang digelar di Vihara Buddha Sakyamuni, Denpasar, Bali, pada Sabtu, 9 Mei 2026.

‎Dalam acara ini, Bali dipilih sebagai lokasi pembukaan karena dinilai menjadi simbol toleransi dan harmoni antar umat beragama di Indonesia.

‎Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan lintas iman untuk memperkuat nilai kebersamaan, saling menghormati, dan menjaga persatuan bangsa di tengah beragam suku, budaya, dan keyakinan.

‎Diketahui, Gus Miftah hadir sebagai perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, serta sejumlah tokoh lintas agama dan masyarakat.

‎Pendiri Pondok Pesantren Ora Aji itu berpandangan, kehidupan masyarakat yang berdampingan di tengah perbedaan dianggap mencerminkan wajah Indonesia yang damai.

‎”Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi ruang untuk saling menguatkan sebagai sesama anak bangsa,” kata Gus Miftah.

‎Gus Miftah menuturkan, masyarakat Indonesia perlu menjaga sikap toleransi, di tengah derasnya pengaruh media sosial yang kerap memicu polarisasi.

‎Ketika ditanya mengenai pesan yang ingin disampaikan kepada anak muda, Gus Miftah menyoroti munculnya sikap intoleransi yang banyak berawal dari ruang digital.

‎”Salah satu intoleransi muncul itu sekarang berangkat dari digital, media sosial,” bebernya.

‎”Maka anak-anak muda harus punya kesadaran untuk menjaga bangsa ini. Terima kasih banyak-banyak,” tutur Gus Miftah.

‎Di sisi lain, Gus Miftah menegaskan, keberagaman bukan ancaman, melainkan kekuatan besar yang dimiliki Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan kedamaian.

‎”Indonesia besar karena keberagamannya, dan toleransi adalah fondasi penting untuk menjaga persatuan itu,” tandasnya. (Bill)

Berita Terkait

Anambas Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran Dana Desa se-Kepri.
Putri Anambas Resmi Sandang Gelar Dokter, Bupati Aneng: Investasi Terbaik Adalah SDM
Jelang Porprov Kepri, KONI Anambas Cek Kesiapan Venue Olahraga.
FPK Karimun Gelar Penyerahan Sembako, Perkuat Pembauran Antar-Suku
Bupati Karimun Buka Turnamen Sepak Bola IPB Cup IX di Pulau Buru, Dorong Lahirnya Talenta Baru dan Sport Tourism
APPEKNAS Siap Gelar MUNAS IV, Usung Transformasi Kontraktor Nasional Menuju Industri Konstruksi Modern
Bupati Aneng Gandeng KKP RI, Program Kampung Nelayan Merah Putih Disiapkan untuk Anambas
SEKDA ANAMBAS TEKANKAN KOMITMEN PEMERINTAH DAERAH MENJAGA KEBERLANJUTAN LAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:21 WIB

Anambas Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran Dana Desa se-Kepri.

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:18 WIB

Putri Anambas Resmi Sandang Gelar Dokter, Bupati Aneng: Investasi Terbaik Adalah SDM

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:11 WIB

Jelang Porprov Kepri, KONI Anambas Cek Kesiapan Venue Olahraga.

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:15 WIB

Bupati Karimun Buka Turnamen Sepak Bola IPB Cup IX di Pulau Buru, Dorong Lahirnya Talenta Baru dan Sport Tourism

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:25 WIB

APPEKNAS Siap Gelar MUNAS IV, Usung Transformasi Kontraktor Nasional Menuju Industri Konstruksi Modern

Berita Terbaru

error: Content is protected !!