Kronologi Ngeri Kecelakaan Maut Bus vs Truk di Muratara, Bermula dari Benturan Keras hingga Picu Kebakaran

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyoroti fakta terkini insiden kecelakaan antara Bus ALS dengan Truk Tangki BBM di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. (Instagram.com/@polisi_sumsel)

Menyoroti fakta terkini insiden kecelakaan antara Bus ALS dengan Truk Tangki BBM di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. (Instagram.com/@polisi_sumsel)

Views: 698

Sumatera Selatan,lancangkuningnews.com – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti insiden kecelakaan yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumsel), pada Rabu, 6 Mei 2026.

‎Sebelumnya diketahui, kecelakaan maut itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jayo.

‎Kala itu, Bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Muratara diduga melebar ke jalur lawan dan bertabrakan dengan Truk Tangki BBM yang datang dari arah berlawanan.

‎Benturan keras memicu kebakaran hebat pada kendaraan tangki sehingga sopir dan penumpangnya tewas di lokasi karena terjebak di dalam kendaraan.

‎Atas insiden ini, RS Bhayangkara Polda Sumsel sebelumnya telah mengidentifikasi 16 kantong jenazah dari lokasi kejadian pada Kamis, 7 Mei 2026.

‎Hingga Sabtu, 9 Mei 2026, kini jumlah korban yang meninggal dunia akibat insiden itu bertambah menjadi 18 orang.

‎Lantas, bagaimana penjelasan pihak kepolisian ihwal proses identifikasi para korban kecelakaan Bus ALS dengan Truk Tangki BBM di Muratara tersebut? Berikut ulasannya.

‎Dugaan Jenazah Balita

‎Kepala Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumsel, Kombes Pol. Budi Susanto menjelaskan, penambahan korban tewas dalam insiden ini setelah pihaknya melakukan identifikasi terhadap kantong jenazah.

‎Kendati demikian, Budi menyebut, salah satu kantong ternyata berisi dua bagian tubuh berbeda setelah diperiksa lebih lanjut.

‎”Setelah kita lakukan pemeriksaan, kita curigai bahwa ini bukan bagian tubuh dari yang satu lagi. Berbeda,” kata Budi dalam keterangannya, pada Sabtu, 9 Mei 2026.

‎Budi menyoroti, potongan tubuh tambahan tersebut ditemukan dalam kondisi rusak parah dan berukuran kecil.

‎Dalam hal ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel menduga, bagian tubuh itu milik seorang anak usia di bawah 5 tahun.

‎“Kita menduga temuan satu body part tadi diduga anak-anak yang mungkin usianya di bawah lima tahun,” jelas Budi.

‎Telan 18 Korban Jiwa

‎Budi menuturkan, selain para korban yang ditemukan di lokasi kecelakaan, terdapat 1 penumpang Bus ALS yang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Rupit Muratara.

‎Dengan demikian, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 18 orang.

‎”18 orang yang meninggal akibat kecelakaan tersebut, tapi yang meninggal di tempat pada saat itu 17 orang termasuk kantong yang berisikan 2 potongan tubuh,” beber Budi.

‎”1 orang korban lagi meninggal dunia, yakni Tahrul warga Tegal, di RSUD Rupit,” terangnya.

‎16 Sampel DNA Korban Diperiksa

‎Hingga saat ini, Tim DVI Polda Sumsel dikabarkan telah memeriksa seluruh jenazah korban.

‎Sebanyak 16 sampel DNA korban telah dikirim ke laboratorium Mabes Polri untuk proses identifikasi lanjutan.

‎Dalam hal itu, Budi memastikan hasil pemeriksaan diperkirakan keluar paling cepat dalam 5 hari dan paling lama 2 pekan.

‎Berdasarkan hasil identifikasi sementara, ditemukan sebanyak 13 korban laki-laki dewasa, 3 perempuan dewasa, serta 1 korban yang diduga jenazah balita.

‎Di sisi lain, pihak rumah sakit juga tengah mencocokkan identitas korban karena terdapat temuan aksesori serupa pada 2 jenazah berbeda.

‎”Dari foto korban laki-laki berdasarkan ante mortem ada yang memakai kalung identik. Namun dari foto yang memakai kalung adalah perempuan,” terang Budi.

‎”Kami tim DVI belum dapat memastikan jenazah tersebut,” tandasnya. (Bill)

‎

Berita Terkait

Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari
Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam
Kominfo Batam Dukung Penuh Pelaksanaan Rakernas III DPP PJS Tahun 2026
Pemkab Anambas Gandeng Anambas Foundation, Perkuat Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Lingkungan
Keluarga Besar PJS Sambut Hari Bakti BP Ke 55
Sekda Sahtiar Tutup Pertandingan Gasing Antar Desa, Lestarikan Budaya Melayu di Anambas
Sekda Sahtiar Tutup Neknang Cup II 2026, Dorong Sepak Takraw Anambas Terus Berkembang
Wabup Raja Bayu Ajak Santri Anambas Perkuat Persatuan Menuju Indonesia Emas

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Batam Mulai Didatangi Insan Pers Nusantara, Rakernas III PJS Tinggal Menghitung Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Ketua Umum KOPEK Nelson Pomalingo Pastikan Hadir sebagai Narasumber Rakernas III PJS di Batam

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Kominfo Batam Dukung Penuh Pelaksanaan Rakernas III DPP PJS Tahun 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pemkab Anambas Gandeng Anambas Foundation, Perkuat Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Lingkungan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Keluarga Besar PJS Sambut Hari Bakti BP Ke 55

Berita Terbaru

Batam

Ahmad Arifin Raih Doktor, Bawa Gagasan Upah Berkeadilan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 07:57 WIB