Ujungbatu, – Keluarga besar SMPN 1 Ujungbatu menggelar kegiatan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di lingkungan sekolah, Jumat (13/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 46 anak yatim menerima bantuan berupa uang tunai, beras, dan telur ayam. Bantuan tersebut berasal dari infak harian yang disisihkan oleh para siswa SMPN 1 Ujungbatu.
Program santunan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran nyata bagi siswa untuk menumbuhkan rasa kepedulian, kebersamaan, serta semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada mereka yang membutuhkan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi pihak sekolah untuk menanamkan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan kepada seluruh peserta didik. Dengan demikian, siswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang peduli terhadap lingkungan sekitar.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 1 Ujungbatu, Berlian Siregar, S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada Guru Pendidikan Agama Islam serta seluruh majelis guru yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan santunan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Ia menjelaskan bahwa santunan tidak hanya diberikan kepada siswa Muslim, tetapi juga kepada siswa non-Muslim sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi di lingkungan sekolah.
Penyaluran bantuan kepada siswa non-Muslim dikoordinasikan oleh Guru Pendidikan Agama Kristen, sehingga seluruh siswa yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian dari pihak sekolah.
“Kegiatan ini kita lakukan untuk membuktikan bahwa SMPN 1 Ujungbatu peduli terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim, tanpa membedakan satu dengan yang lain,” ujar Berlian Siregar.
Setelah kegiatan santunan selesai, pada sore harinya kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah dengan mengusung tema “Berbagi dan Peduli.”
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang melintas di sekitar lokasi pembagian.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh majelis guru SMPN 1 Ujungbatu.
Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terlihat jelas dalam kegiatan tersebut, sekaligus menjadi momen mempererat silaturahmi antar guru dan tenaga pendidik.
Melalui kegiatan ini diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah serta menjadi contoh positif bagi para siswa dalam kehidupan bermasyarakat. (Sudarno)















