Tembilahan – Kabar duka datang dari keluarga Meta Karista, warga Kempas Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang meninggal dunia pada 16 Februari 2026. Almarhumah diketahui merupakan pasien dengan diagnosa gagal ginjal yang sempat menjalani perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan.
Informasi yang dihimpun, selama menjalani perawatan di rumah sakit tersebut, pihak keluarga menduga almarhumah tidak pernah mendapatkan penanganan langsung dari dokter yang menangani, yakni dr. Halomoan. Dugaan ini menimbulkan kekecewaan sekaligus tanda tanya dari keluarga terkait pelayanan medis yang diterima pasien selama dirawat.
Kepergian Meta Karista meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama sang ibunda, Sopiah. Ia berharap peristiwa yang dialami putrinya dapat menjadi perhatian serius bagi pihak rumah sakit maupun instansi terkait dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Saat dikonfirmasi awak media, pihak keluarga menyampaikan kesedihan mendalam sekaligus harapan agar kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi ke depan.
“Kami berharap kejadian ini bisa menjadi perhatian serius agar pelayanan kepada pasien ke depan bisa lebih baik. Jangan sampai ada keluarga lain yang merasakan hal yang sama seperti kami,” ujar pihak keluarga dengan nada haru.
Menurut keluarga, kondisi almarhumah saat itu membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif mengingat penyakit gagal ginjal yang dideritanya. Karena itu, keluarga berharap pelayanan medis di rumah sakit dapat berjalan maksimal dan profesional sesuai standar pelayanan kesehatan.
Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum bagi pihak rumah sakit maupun instansi terkait untuk melakukan peninjauan serta evaluasi terhadap sistem pelayanan medis, khususnya bagi pasien dengan penyakit serius yang membutuhkan penanganan cepat dan berkelanjutan.
Sebagai institusi pelayanan publik, rumah sakit diharapkan selalu mengedepankan profesionalitas, tanggung jawab, serta empati kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sementara itu, masyarakat juga berharap adanya klarifikasi dari pihak rumah sakit agar persoalan ini dapat disikapi secara transparan, objektif, dan bijak, sehingga dapat menjadi bahan pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir ke depan. (Thonk)















