Hotspot Terpantau, Pemkab Inhil Kerahkan Tim ke Empat Kecamatan

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Views: 641

Indragiri Hilir, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan kesiapsiagaan penuh menyusul terdeteksinya 15 titik panas (hotspot) berdasarkan laporan pemantauan satelit per Kamis, 12 Februari 2026.

Berdasarkan data sementara, titik panas teridentifikasi di Kecamatan Gaung, Pulau Burung, Tempuling, dan Teluk Belengkong.

Konsentrasi terbanyak berada di Kecamatan Gaung dan Pulau Burung dengan tingkat kepercayaan menengah. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat potensi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat berdampak pada lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi.

Kepala BPBD Inhil, R. Arliansyah, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberi ruang bagi kelengahan dalam menghadapi potensi karhutla.

“Begitu laporan diterima, kami langsung menginstruksikan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Tim 5 Karlahut untuk turun ke lapangan melakukan verifikasi, pemadaman, dan pendinginan. Respons cepat adalah kunci agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, BPBD memperkuat koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, serta aparat desa. Sinergi ini memastikan setiap potensi titik api dapat direspons secara cepat, terukur, dan terintegrasi.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menilai bahwa pencegahan adalah strategi utama dalam mengendalikan risiko karhutla. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Kondisi cuaca yang relatif kering meningkatkan potensi api cepat meluas apabila terjadi kelalaian.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi. Menjaga Inhil dari karhutla adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tambah R. Arliansyah.

BPBD Inhil akan terus melakukan pemantauan berkala melalui sistem satelit dan laporan lapangan. Apabila terjadi peningkatan eskalasi, langkah penanganan akan ditingkatkan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menegaskan komitmennya untuk memastikan wilayah tetap aman dan terkendali melalui kesiapsiagaan, respons cepat, serta partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Stabilitas lingkungan adalah fondasi keberlanjutan pembangunan daerah. (Thonk)

Berita Terkait

DKUPP Inhil Buka Posko Pengaduan Mafia Lapak dengan QR Code
Tekanan Fiskal Menguat, Iwan Taruna Dorong APBD 2027 Inhil Lebih Selektif dan Berpihak
Golkar Inhil Matangkan Persiapan Musda 2026
Ketua DPRD Inhil Dorong Sinergi Forkopimda Hadapi Persoalan Daerah
Tekan Kebocoran Retribusi, DPRD Inhil Apresiasi Ketegasan DKUPP
Ketua DPRD Inhil Hadiri Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun di Tengah Kekeringan
Ketua DPRD Inhil Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla Bersama Tim Penyuluh Mabes TNI
Masa Persidangan VI Ditutup, DPRD Inhil Buka Masa Persidangan VII Tahun Sidang 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:48 WIB

Tekanan Fiskal Menguat, Iwan Taruna Dorong APBD 2027 Inhil Lebih Selektif dan Berpihak

Selasa, 15 September 2026 - 14:19 WIB

Golkar Inhil Matangkan Persiapan Musda 2026

Selasa, 15 September 2026 - 11:52 WIB

Ketua DPRD Inhil Dorong Sinergi Forkopimda Hadapi Persoalan Daerah

Minggu, 13 September 2026 - 22:12 WIB

Tekan Kebocoran Retribusi, DPRD Inhil Apresiasi Ketegasan DKUPP

Selasa, 1 September 2026 - 13:33 WIB

Ketua DPRD Inhil Hadiri Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun di Tengah Kekeringan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!