Batam – PLN Batam perkuat layanan sektor industri seiring meningkatnya kebutuhan listrik di tengah geliat pertumbuhan ekonomi kawasan. Kota Batam bukan sekadar kawasan strategis di perbatasan, tapi kini menjelma menjadi pusat industri dan investasi yang terus tumbuh dari waktu ke waktu.
Di tengah perkembangan tersebut, listrik menjadi fondasi penting yang tak bisa ditawar. Tanpa pasokan listrik yang andal, tak ada mesin yang berputar, tak ada produksi yang berjalan. PLN Batam menyadari hal ini dan terus memperkuat kapasitas layanannya, khususnya di sektor industri.
“Untuk permintaan instalasi baru dan penambahan daya tetap ada. Tapi lonjakannya belum begitu signifikan,” jelas Zulhamdi, Sekretaris Perusahaan PLN Batam.
Meski belum melonjak drastis, PLN Batam tetap bersiap. Karena pertumbuhan industri memang kerap terjadi secara bertahap—dimulai dari pembangunan, kemudian ekspansi, lalu peningkatan kapasitas.
Fokus pada Industri, Karena Industri Buka Pintu Rezeki
PLN Batam tidak asal memilih prioritas. Fokus pada sektor industri lahir dari pertimbangan strategis: industri mampu menyerap tenaga kerja dan menggerakkan banyak sektor pendukung lainnya. Ketika pabrik menyala, warung di sekitar pun hidup, transportasi bergulir, dan ekonomi rakyat ikut tumbuh.
“Saat ini PLN Batam lebih fokus mengembangkan sektor industri karena industri merupakan motor pertumbuhan ekonomi yang membuka banyak lapangan kerja,” lanjut Zulhamdi.
Namun, PLN Batam tidak menutup mata pada kebutuhan masyarakat di wilayah hinterland. Listrik tetap jadi hak semua warga. Mengaliri pulau-pulau kecil atau meningkatkan jam nyala, PLN Batam tetap memprioritaskan hal tersebut.
“Untuk masyarakat hinterland, kami tetap peduli. Bergerak membangun jaringan di pulau-pulau,” ungkapnya.
Menjaga Keseimbangan Industri dan Pelosok Sama-Sama Penting
Langkah PLN Batam memperkuat sektor industri bukan berarti mengabaikan pelosok. Justru langkah ini jadi strategi jangka panjang untuk menciptakan keseimbangan. Ketika industri tumbuh, ekonomi daerah akan naik, dan dari sana sumber daya untuk membangun hinterland pun semakin tersedia.















