
Tembilahan – Baru di awal masa jabatannya sebagai Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman langsung turun ke lapangan untuk memastikan tata kelola aset daerah berjalan dengan baik. Pada Rabu (5/3/2025),
ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Pelabuhan Parit 21 Tembilahan dan menemukan perubahan fungsi yang tidak sesuai peruntukan awal.
“Seharusnya gudang ini hanya untuk tempat penimbunan barang, tetapi sekarang berubah menjadi tempat pembakaran pinang dengan 58 oven di dalamnya. Kami tidak setuju dengan hal seperti ini,” tegas Herman.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa Pemkab Inhil tetap mendukung investasi. “Jika ingin mengubah fungsi seperti itu, silakan mencari lahan yang sesuai. Kami siap memfasilitasi,” tambahnya.
Selain sidak gudang, Bupati juga menyoroti percepatan operasional Pelabuhan Kontainer Parit 21 yang ditargetkan berjalan pada Maret 2025. “Dengan adanya pelabuhan kontainer, aktivitas ekspor kelapa dan lainnya bisa lebih optimal,” jelasnya.
Herman juga mengungkapkan rencana pemindahan Pelabuhan Bongkar Muat di sekitar Pelabuhan Bea Cukai ke Parit 21 demi meningkatkan efisiensi distribusi barang. Selain itu, ia meninjau lahan yang berpotensi dijadikan Pelabuhan Roro.
“Kami masih mengkaji lahan milik pemerintah daerah. Jika memungkinkan, pembangunan Pelabuhan Roro akan kami upayakan agar Parit 21 bisa difungsikan secara maksimal,” ujarnya.
Dalam sidaknya, Bupati juga menemukan perubahan fungsi gudang kayu yang kini dilengkapi mesin pembuat chip. Ia meminta penataan ulang agar tidak mengganggu fungsi utama gudang yang direncanakan sebagai tempat penyimpanan sembako sebelum distribusi.
“Kami harap fasilitas pelabuhan dan gudang bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya secara bertahap,” pungkasnya. (Mhd)















