
lancangkuningnews.com. Inhil – Desa Pekan Kamis sukses menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2026 sekaligus Rembuk Stunting pada Rabu (22/12). Kegiatan tahunan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pembangunan desa.
Turut hadir Sekcam Tembilahan Hulu, Bapak Denny Sastryanto, yang mewakili Camat Tembilahan Hulu, Kapolsek Tembilahan Hulu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babhinkamtibmas dan Babinsa, Kepala Pustu Desa Pekan Kamis, Kepala SD Negeri 007, Kepala SMP Negeri 04 Tembilahan Hulu, Penyuluh Pertanian, para Kepala Dusun, Ketua RT/RW, serta perwakilan masyarakat Desa Pekan Kamis.
Kepala Desa Tekankan Usulan Prioritas
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pekan Kamis menekankan pentingnya Musrenbangdes sebagai wadah untuk menampung berbagai usulan prioritas masyarakat yang akan disampaikan pada Musrenbang Kecamatan.
“Semoga usulan yang diajukan dapat diakomodir oleh OPD terkait. Namun, mengingat keterbatasan anggaran desa, tidak semua usulan bisa masuk dalam APBDesa,” ujar Kepala Desa.
Sementara itu, Sekcam Tembilahan Hulu, Bapak Denny Sastryanto, mengingatkan masyarakat untuk melengkapi setiap usulan dengan proposal agar dapat diinput ke dalam Sistem Informasi Desa (SID).
Enam Usulan Prioritas Pembangunan
Dalam musyawarah tersebut, masyarakat Desa Pekan Kamis mengajukan enam usulan prioritas pembangunan, yaitu:
- Lanjutan pengaspalan atau rigid beton Jalan Inpres menuju Pasar Pekan Kamis.
- Pembangunan Jalan Poros Lintas Pekan Kamis ke Jalan Nasional di Kelurahan Tembilahan Barat.
- Semenisasi halaman dan pembangunan WC SD Negeri 007.
- Pembangunan ruang laboratorium lengkap di SMP Negeri 04 Tembilahan Hulu.
- Pembangunan ruang bersalin dan WC di Pustu Desa Pekan Kamis.
- Lanjutan pembangunan Jalan Pekan Kamis, Suhada, dan Karya menuju Kelurahan Pekan Arba (Multiyears Jalan Bandara Tempuling-Mandah).
Selain enam usulan tersebut, sejumlah usulan lainnya juga disampaikan oleh masyarakat sebagai kebutuhan penting untuk kemajuan desa.
Rembuk Stunting: Sinergi Turunkan Stunting
Kegiatan juga dirangkaikan dengan Rembuk Stunting. Dalam laporan yang disampaikan, tingkat stunting di Desa Pekan Kamis mengalami penurunan signifikan berkat kerja sama antara pemerintah desa, petugas kesehatan Pustu, dan kader posyandu.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan upaya agar tidak ada lagi anak yang mengalami stunting atau gizi buruk. Kami harapkan masyarakat lebih aktif membawa anak-anaknya ke Posyandu setiap bulan,” ujar Kepala Desa.
Musrenbangdes dan Rembuk Stunting ditutup dengan harapan agar seluruh usulan prioritas dapat terwujud, sehingga kesejahteraan masyarakat Desa Pekan Kamis terus meningkat.
(Mhd)











